Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sering kali menipu mata jika kita hanya melihatnya dari angka persentase penutupan akhir pekan saja. Sepanjang pekan perdagangan yang berlangsung dari tanggal 20 hingga 24 Juli 2026, indeks acuan pasar modal Indonesia ini tampak bergerak sangat lambat dan hanya mencatatkan kenaikan yang sangat tipis. Namun, di balik pergerakan grafik yang terkesan landai dan membosankan tersebut, lantai bursa sebenarnya sedang membara karena dipadati oleh aktivitas transaksi para pelaku pasar yang melonjak sangat signifikan.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengakhiri perdagangan pekan ini di posisi 6.196,430. Angka ini merepresentasikan kenaikan moderat sebesar 0,34 persen jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan pekan sebelumnya yang bertengger di level 6.175,535. Sejalan dengan penguatan indeks yang tipis tersebut, nilai kapitalisasi pasar di BEI juga ikut terkerek naik sebesar 1,13 persen. Nilai total pasar saham Indonesia kini melonjak hingga menyentuh Rp 10.870 triliun, tumbuh dari Rp 10.749 triliun pada pekan sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa gairah perdagangan di lantai bursa tercermin sangat jelas dari frekuensi transaksi harian yang mengalami peningkatan sebesar 14,4 persen. Sepanjang pekan tersebut, rata-rata transaksi harian mencapai 2,67 juta kali transaksi, naik dari rata-rata pekan lalu yang berada di angka 2,33 juta kali transaksi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa minat beli dan jual para investor, khususnya ritel, tetap terjaga dengan sangat baik di tengah fluktuasi pasar global.
Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Setelah Sempat Anjlok Tajam

Dinamika transaksi yang luar biasa juga terlihat dari volume saham yang berpindah tangan. BEI mencatat volume transaksi harian melonjak sangat drastis sebesar 66,88 persen, dari rata-rata pekan lalu yang hanya sebanyak 26,17 miliar lembar saham menjadi 43,68 miliar lembar saham. Lonjakan volume ini otomatis mengerek rata-rata nilai transaksi harian bursa hingga sebesar 41,21 persen. Nilai transaksi harian kini mencapai rata-rata Rp 19,76 triliun per hari, sebuah lompatan besar dari angka pekan sebelumnya yang hanya sebesar Rp 13,99 triliun.
Sementara pasar domestik tampak sangat bergairah, pemandangan berbeda justru diperlihatkan oleh para pemodal internasional. Pada penutupan perdagangan hari Jumat tanggal 24 Juli 2026, investor asing justru membukukan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp 1,36 triliun. Aksi pelepasan aset oleh pihak asing ini bukanlah hal baru, sebab sepanjang tahun 2026 berjalan, akumulasi nilai jual bersih yang dicatatkan oleh investor asing di bursa saham Indonesia telah menembus angka yang fantastis, yakni sebesar Rp 79,09 triliun.
Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Layanan Hukum demi Lindungi UMKM dan Musisi

Meskipun dana asing terus mengalir keluar dari pasar saham Indonesia sepanjang tahun ini, ketahanan IHSG yang tetap mampu parkir di zona hijau menunjukkan adanya kekuatan baru dari investor domestik. Likuiditas yang melimpah serta tingginya volume transaksi harian menjadi bukti bahwa pasar modal Indonesia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sentimen investor luar negeri. Pergerakan tipis IHSG pekan ini pada akhirnya membuktikan bahwa di balik ketenangan angka indeks, terdapat aktivitas perdagangan yang sangat dinamis dan penuh energi.






