Rentetan gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 tercatat telah menembus 10.232 kali hingga Senin (31/8/2026) pukul 05.00 WITA. Meski frekuensi kegempaan masih terbilang tinggi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa aktivitas seismik di wilayah tersebut mulai menunjukkan tren pelemahan.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyampaikan bahwa magnitudo gempa susulan yang terekam sangat bervariasi, berkisar dari M1,0 hingga yang terbesar M6,2. Dari belasan ribu aktivitas tersebut, sebanyak 35 kejadian tercatat memiliki magnitudo di atas 5,0, dan 157 gempa susulan di antaranya dirasakan secara nyata oleh masyarakat di kawasan terdampak.
"Dari grafik peluruhan mulai nampak pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu ke depan," ujar Arief.
Posting Cara Buat Molotov, Pemilik Akun 'Pemukiman Setan' Ditangkap

Karakteristik Sesar Naik Belakang Busur Flores
Dalam rangkaian getaran terbaru, gempa berkekuatan M4,8 terjadi pada Minggu (30/8) pukul 18.03.03 WITA. Titik episenter berada di laut pada jarak 43 kilometer arah utara Manggarai dengan kedalaman dangkal 6 kilometer. BMKG memastikan gempa yang dirasakan di Manggarai dengan skala intensitas III MMI tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Secara tektonik, gempa dangkal M4,8 tersebut dipicu oleh mekanisme pergerakan naik (thrust fault) pada zona Sesar Naik Belakang Busur Flores (Flores Back-Arc Thrust). Jalur sesar aktif ini menjadi sumber utama letak gempa utama M7,7 maupun mayoritas sebaran episenter ribuan gempa susulannya.
Hari Keempat, Kebakaran di TPA Liar Waringinkurung Masih Belum Padam

Sebagai langkah mitigasi dampak bencana yang berkepanjangan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah memperpanjang masa tanggap darurat gempa bumi Flores selama 14 hari. Di sektor pendidikan, upaya pemindahan sekolah sementara serta pendirian sekolah-sekolah darurat terus dijalankan demi memastikan keberlangsungan proses belajar yang aman bagi para siswa.






