Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Gudang Raksasa Ritel Rusia Dibombardir Drone Ukraina, Inventaris Rp89 Triliun Lenyap

Yolanda TobanDiterbitkan 10 Agu 2026 - 03.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Gudang Raksasa Ritel Rusia Dibombardir Drone Ukraina, Inventaris Rp89 Triliun Lenyap
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Serangkaian serangan pesawat nirawak atau drone dari pihak Ukraina melanda dan merusak gudang-gudang milik platform ritel daring terbesar di Rusia, yaitu Wildberries. Salah satu serangan terbaru yang terjadi pada Jumat (7/8/2026) waktu setempat menyebabkan kebakaran pada fasilitas gudang Wildberries yang berlokasi di Yekaterinburg. Akibat dari rentetan serangan tersebut, estimasi inventaris barang yang hancur maupun terganggu diperkirakan mencapai nilai hingga US$5 miliar atau sekitar Rp89 triliun.

Kampanye serangan drone oleh Ukraina ini dilaporkan telah menghantam hampir dua lusin gudang logistik Wildberries di berbagai wilayah. Jangkauan serangan ini tergolong sangat jauh karena berhasil menjangkau hingga ke wilayah Ural di Rusia, yang mana kawasan tersebut berjarak lebih dari 1.600 kilometer dari garis depan pertempuran. Mengenai alasan di balik penargetan terhadap fasilitas logistik ritel raksasa ini, pihak Kyiv secara terbuka menyatakan bahwa penjualan perlengkapan militer melalui platform Wildberries menjadi salah satu penyebab utama mengapa perusahaan tersebut dijadikan target serangan.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Dampak fisik terhadap infrastruktur logistik milik perusahaan ritel tersebut tercatat sangat luas. Berdasarkan analisis yang disampaikan oleh Sergei Semko, seorang analis dari perusahaan riset ritel daring Data Insight, rangkaian serangan drone tersebut telah berdampak pada area gudang Wildberries dengan total luas mencapai lebih dari 1 juta meter persegi. Kerusakan berskala besar pada fasilitas gudang tersebut berpengaruh langsung kepada para pelaku usaha yang menggantungkan bisnisnya pada platform tersebut. Sebagai contoh, seorang pengusaha bernama Vladimir Zakurdaev mengaku mengalami kerugian akibat kehilangan stok barang senilai kurang lebih US$20.000 atau sekitar Rp356 juta yang tersimpan di gudang Wildberries.

Baca Juga

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Perusahaan yang didirikan oleh Tatyana Kim pada tahun 2004 ini memiliki riwayat perkembangan pesat, berawal dari sebuah bisnis keluarga hingga bertransformasi menjadi peritel daring terbesar di seluruh wilayah Rusia. Kendati demikian, hantaman serangan drone ini memperberat tekanan finansial perusahaan. Wildberries saat ini tercatat memiliki kewajiban utang yang bernilai lebih dari US$10 miliar atau sekitar Rp178 triliun kepada bank-bank di Rusia. Tingginya angka pinjaman ini menyebabkan lembaga-lembaga keuangan utama di Rusia, termasuk Sberbank dan VTB, memiliki tingkat eksposur finansial yang sangat besar terhadap Wildberries.

Arti penting keberadaan peritel raksasa ini bagi lanskap bisnis di Rusia turut disoroti oleh kalangan akademisi internasional. Konstantin Sonin, yang merupakan profesor di Harris School of Public Policy, University of Chicago, menilai bahwa Wildberries adalah sebuah aset strategis karena posisinya sebagai bisnis berskala besar yang menguntungkan. Karena status dan skala bisnisnya tersebut, kondisi serta kelangsungan operasional perusahaan menjadi perhatian banyak pihak di tengah situasi geopolitik dan tantangan keamanan yang dihadapi.

Baca Juga

BP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program Streamlining

BP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program Streamlining

Menanggapi situasi kritis akibat gelombang serangan tersebut, pihak otoritas di Rusia mulai mempertimbangkan langkah pembicaraan untuk penanganan dampak yang timbul. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyampaikan bahwa pemerintah Rusia saat ini sedang melangsungkan pembahasan dengan pihak Wildberries mengenai opsi-opsi dukungan negara pascaserangan, walaupun hingga kini belum ada keputusan resmi yang diambil. Di sisi lain, bank-bank besar seperti Sberbank dan VTB yang memiliki eksposur besar terhadap Wildberries berpotensi memberikan keringanan atau dukungan pembiayaan bagi perusahaan. Selain itu, rencana proses merger antara Wildberries dan sebuah perusahaan periklanan yang disokong oleh oligarki Suleyman Kerimov juga diketahui telah mendapatkan restu langsung dari Presiden Vladimir Putin.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

UkrainaRusia

Berita Terbaru Lainnya

Mekanisme Pemilihan dan Kandidat Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoPanen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El NinoBP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program StreamliningKebakaran Hanguskan 96 Kios di Pasar Jagong Jeget Aceh TengahProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanKebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Publik Diminta Tunggu Hasil Investigasi Resmi KNKTBrimob Polda Metro Jaya Bantu Tangani Kebakaran Gudang di Kosambi TangerangPenemuan Kuburan Bayi Laki-laki di Pekarangan Rumah Warga Mojokerto

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Nasional

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026