Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari dipastikan tidak mengganggu operasional penyeberangan laut dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak, Banten. Hingga Sabtu pagi, arus pelayaran kapal feri antarpulau tersebut tetap berjalan normal tanpa kendala.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Capt. Suratno, memastikan bahwa aktivitas vulkanik itu belum berdampak terhadap layanan penyeberangan. Sebanyak 28 kapal tetap beroperasi penuh untuk melayani mobilitas pengguna jasa di lintasan Bakauheni-Merak tanpa adanya pengurangan armada kapal. Pelabuhan Bakauheni sendiri berjarak sekitar 30 nautical mile atau lebih dari 50 kilometer dari lokasi Gunung Anak Krakatau.
Pramono Terbitkan Pergub Penyesuaian Tarif Layanan Kesehatan Jakarta

Dalam rangka pemantauan keselamatan, tim ditempatkan di sejumlah titik pemantauan, termasuk di Pulau Sebesi yang memiliki posisi relatif lebih dekat dengan Gunung Anak Krakatau. Hingga Sabtu pagi, tim di lapangan belum melaporkan adanya dampak erupsi yang mengganggu aktivitas pelabuhan maupun jalur penyeberangan. Dari sisi Bakauheni, efek abu vulkanik juga dilaporkan belum terlihat mengganggu aktivitas pelayaran hingga Sabtu dini hari.
Erupsi Gunung Anak Krakatau pertama kali tercatat pada Jumat malam sekitar pukul 22.03 WIB dan teramati masih berlangsung pada pukul 23.07 WIB, hingga berlanjut ke Sabtu dini hari. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau (GAK) Pasauran, aktivitas erupsi tersebut diinterpretasikan sebagai lava fountain atau air mancur lava yang disertai suara dentuman dan gemuruh.
Abraham Samad, Indonesia Butuh Grand Design Pemberantasan Korupsi

Terkait status teknis kebencanaan, Capt. Suratno menjelaskan bahwa keterangan resmi mengenai aktivitas gunung merupakan kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sedangkan KSOP fokus mengawal keselamatan operasional maritim. Adapun kepastian data mengenai total trip kapal di lintasan penyeberangan dijadwalkan dirilis oleh pihak ASDP sekitar pukul 10.00 WIB setelah penutupan periode layanan pada pukul 08.00 WIB.






