Harga komoditas global bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (8/9). Minyak mentah mencatatkan penguatan harga di tengah kekhawatiran pasar setelah terjadinya putaran lain serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah. Salah satu peristiwa yang mempengaruhi pergerakan pasar adalah laporan ledakan di pusat ekspor vital Iran yang berlokasi di Pulau Kharg.
Penguatan Minyak Mentah Dunia
Kondisi geopolitik dan keamanan pasokan energi di Timur Tengah tersebut mendorong kenaikan harga pada dua minyak acuan utama dunia. Minyak mentah jenis Brent untuk penyelesaian November tercatat menguat sebesar 1 persen hingga menyentuh harga USD 97,92 per barel.
Kenaikan harga juga terjadi pada minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober. Pada perdagangan waktu New York, harga WTI tercatat naik 1,7 persen dari posisi penutupan pada hari Jumat ke level USD 93,03 per barel.
PIS Gunakan Teknologi untuk Jaga Populasi Hiu Paus di Perairan Talisayan Kaltim

Pergerakan Batu Bara dan CPO
Berbeda dengan laju minyak mentah, komoditas energi lainnya yakni batu bara justru mengalami penurunan. Berdasarkan data dari situs Barchart, harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Oktober 2026 mengalami pelemahan sebesar 0,56 persen menjadi USD 151,15 per ton.
Di sektor komoditas perkebunan, harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) juga ditutup melemah tipis. Merujuk data pada situs tradingeconomics.com, harga CPO turun 0,04 persen menjadi MYR 4.976 per ton.
Polri dan Basarnas Cari Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Tren Logam Dasar di LME
Sementara itu, pergerakan harga komoditas logam dasar di London Metal Exchange (LME) pada penutupan perdagangan Selasa menunjukkan arah yang beragam.
Harga nikel di bursa LME berhasil mencatatkan penguatan sebesar 0,92 persen ke posisi USD 16.868 per ton. Sebaliknya, komoditas timah di bursa LME mengalami penurunan sebesar 0,51 persen dan menetap di harga USD 54.862 per ton pada penutupan perdagangan.






