Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta tim gabungan menggelar operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Para awak media tersebut dilaporkan hilang saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan data awal yang dihimpun dari Basarnas, kapal cepat atau speedboat yang ditumpangi rombongan membawa total delapan orang. Dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya merupakan jurnalis dari berbagai media nasional dan internasional, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, serta Daus dari Anadolu.
Kronologi Hilang Kontak
Perjalanan rombongan bermula ketika speedboat yang mereka tumpangi bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
PIS Gunakan Teknologi untuk Jaga Populasi Hiu Paus di Perairan Talisayan Kaltim

Rombongan dilaporkan masih sempat menjalin komunikasi terakhir pada pukul 14.42 WIB. Namun, beberapa saat kemudian, tepatnya pada pukul 15.04 WIB, seluruh kontak dengan rombongan di kapal tersebut terputus sepenuhnya.
Pengerahan Personel dan Armada Gabungan
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa upaya pencarian terus dimaksimalkan oleh tim gabungan. Seluruh personel dan sarana operasional yang dimiliki Polri dan Basarnas dikerahkan guna menyisir area perairan yang menjadi rute maupun lokasi terakhir kontak kapal terdeteksi.
Harga Komoditas, Minyak Mentah Menguat, Batu Bara dan Timah Melemah Tipis

Operasi penyisiran tersebut melibatkan armada kapal Basarnas, armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten, serta personel dari Direktorat Polairud (Ditpolair) Polda Banten dan unsur Mabes Polri.
Tim gabungan terus melakukan penyisiran intensif di perairan Selat Sunda hingga malam hari. Kegiatan pencarian di lapangan berlangsung sampai pukul 22.31 WIB sebelum akhirnya diputuskan untuk dihentikan sementara waktu demi keselamatan dan dilanjutkan kembali pada keesokan harinya.






