Harga minyak mentah di pasar komoditas internasional mengalami penurunan drastis hingga mencapai lebih dari 5 persen pada perdagangan Selasa (4/8). Penurunan harga secara signifikan yang terjadi pada sesi tersebut membawa harga minyak mentah menyentuh tingkat terendahnya dalam kurun waktu lebih dari tiga minggu terakhir. Koreksi tajam ini dipicu oleh meningkatnya optimisme di kalangan pelaku pasar mengenai perkembangan negosiasi geopolitik, di mana Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan bergerak semakin dekat menuju pencapaian kesepakatan yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz.
Optimisme terkait pembukaan kembali Selat Hormuz ini memberikan tekanan besar terhadap dua acuan utama minyak mentah dunia. Di New York, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman bulan September mencatatkan penurunan drastis sebesar 5,7 persen. Pelemahan harga tersebut mendorong minyak mentah jenis WTI menetap pada posisi USD 75,77 per barel di akhir perdagangan.








