Tim SAR gabungan mengerahkan armada udara untuk mempercepat evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. Pada Senin (14/9/2026), helikopter milik Kepolisian Republik Indonesia berhasil mengevakuasi satu jenazah yang berada di atas kapal tongkang di perairan berjarak sekitar 30 nautical mile (NM) dari daratan.
Jenazah tersebut sebelumnya dievakuasi sementara ke kapal tongkang yang ditarik oleh Tugboat TCP sebelum akhirnya dijemput melalui jalur udara menuju Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin.
Kronologi Pengangkatan Korban dari Laut
Operasi udara diberangkatkan langsung dari Bandara Syamsudin Noor menuju titik koordinat kapal tongkang yang berjarak kurang lebih 80 NM dari Banjarmasin. Penerbangan tersebut memakan waktu tempuh sekitar 45 menit.
Setibanya di lokasi sasaran, tim penyelamat melakukan teknik pengangkatan udara (hoist) menggunakan basket life untuk memindahkan jenazah dari geladak tongkang ke kabin helikopter. Operasi pengangkatan berlangsung di tengah tantangan hembusan angin tenggara berkecepatan antara 25 hingga 35 knot.
Gempa M6,2 Guncang Halmahera Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Misi evakuasi udara ini dikomandoi langsung oleh Kombes Herli sebagai Kapten Pilot bersama kru penerbang dan operator rescue/hoist. Usai dievakuasi ke helikopter dan mendarat di bandara, jenazah segera dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin guna menjalani proses identifikasi oleh tim medis forensik.
Pengerahan Armada Gabungan dan Posko DVI
Dukungan pencarian dan pertolongan korban KM Virgo Transport 8 telah dimaksimalkan sejak Minggu (13/9/2026). Polri menerjunkan tiga armada kapal polisi, yakni KP Laksmana-7012, KP Ibis-6001, dan KP Manyar-5003.
Selain sarana laut milik kepolisian, unsur personel yang diterjunkan meliputi 9 anggota Ditpolairud Polda Jawa Timur serta 18 personel gabungan dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, tim kesehatan, dan Biddokkes/DVI Polda Jatim. Operasi gabungan juga diperkuat oleh 20 personel Basarnas, 10 petugas KSOP, serta dukungan dari TNI Angkatan Laut, Polairud Polda Kalimantan Selatan, Pelindo, SROP Navigasi, instansi Kesehatan Pelabuhan, dan perwakilan agen kapal.
Momen Menkeu Suahasil Beri Pidato Pertama di Depan PNS Kemenkeu

Penyisiran wilayah perairan turut melibatkan sejumlah sarana laut lain, di antaranya KN Laksamana, KNP 382, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, dan KM Cahaya Bahati Jaya. Dari matra udara, pemantauan diperkuat oleh satu helikopter Polri dan satu helikopter milik Basarnas Surabaya.
Untuk menangani korban yang ditemukan serta memfasilitasi keluarga, kepolisian menyiapkan tiga Posko Disaster Victim Identification (DVI) di wilayah Kalimantan Selatan. Ketiga posko tersebut berlokasi di RS Bhayangkara Banjarmasin, RSUD Ulin Banjarmasin, dan kawasan Pelabuhan Trisakti.






