Sektor pangan di Indonesia memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas dan ketersediaan pasokan bagi masyarakat. Dalam ekosistem ini, kolaborasi antara entitas pangan seperti ID FOOD dan koperasi dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun rantai pasok yang kokoh. Sinergi yang terjalin dengan koperasi diharapkan mampu menghubungkan para produsen komoditas di tingkat lokal dengan jaringan pasar yang lebih luas di tingkat nasional.
Komitmen dalam memperkuat keterlibatan koperasi tersebut mendapat apresiasi resmi dalam ajang Koperasi Awards 2026. Pada acara yang berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026, ID FOOD berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam kategori Bakti Koperasi Pradana Nayaka. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi serta dedikasi ID FOOD dalam menjalin kerja sama strategis dan mengembangkan ekosistem koperasi di sektor pangan tanah air.
Menanggapi capaian tersebut, Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada perusahaannya. Ia menegaskan bahwa apresiasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan pendorong semangat baru bagi jajaran ID FOOD untuk terus melangkah maju bersama gerakan koperasi di Indonesia.
Koperasi Awards 2026 Beri Penghargaan kepada Tokoh Penjaga Pasal 33 UUD 1945

Dalam keterangannya pada ajang Koperasi Awards 2026, Ghimoyo menggarisbawahi komitmen korporasi ke depan. "Penghargaan ini menjadi penguat komitmen sekaligus motivasi bagi ID FOOD untuk terus berkontribusi dan berdedikasi memperkuat sinergi dengan koperasi dalam rangka memperkuat rantai pasok pangan," kata Ghimoyo.
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, ID FOOD tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendorong pengembangan kapasitas koperasi secara berkelanjutan. Salah satu pilar utama yang diusung oleh perusahaan adalah melalui inovasi dan integrasi ekosistem pangan berbasis teknologi. Dalam skema ini, fokus utama ID FOOD adalah mendorong integrasi ekosistem pangan berbasis teknologi melalui keberadaan warung pangan guna memperkuat keterhubungan distribusi secara modern.
Selain mendorong integrasi berbasis teknologi melalui warung pangan, ID FOOD juga mematangkan rencana peningkatan kapabilitas offtaker bagi produk-produk hasil tani dan ternak yang berasal dari koperasi. Peningkatan peran sebagai penyerap hasil produksi pertanian dan peternakan ini dirancang agar koperasi lokal memiliki akses pasar yang pasti dan berkelanjutan, sehingga mampu tumbuh mandiri serta bersaing secara nasional.
Pemerintah Siapkan Anggaran Insentif Motor Listrik Rp3 Triliun, Target Penyaluran September 2026

Lebih lanjut, Ghimoyo menekankan pentingnya memposisikan koperasi pada fungsi yang lebih strategis dalam tatanan ketahanan pangan nasional. Koperasi diharapkan tidak hanya berhenti sebagai entitas transaksi perdagangan biasa, melainkan bertransformasi menjadi pilar utama dalam rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir.
"Koperasi tidak hanya menjadi mitra dagang, tetapi menjadi tulang punggung rantai nilai pangan yang tangguh, sejahtera, dan mandiri demi ketahanan pangan Indonesia," tutur Ghimoyo. Melalui penguatan kapabilitas offtaker, integrasi teknologi warung pangan, dan kemitraan erat bersama koperasi, ID FOOD terus berupaya memperkokoh ketahanan pangan nasional secara berkesinambungan.






