Kementerian Koperasi menggelar ajang Koperasi Awards 2026 di Hotel St Regis, Jakarta, pada Kamis, 20 Agustus 2026. Forum apresiasi tingkat nasional ini diselenggarakan bekerja sama dengan Detikcom serta didukung berbagai badan usaha dan lembaga, seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, Jamkrindo, Pegadaian, LPDB Koperasi, Pupuk Indonesia, Pertamina, Pertamina Patra Niaga, ID FOOD, hingga BPJS Kesehatan. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa penganugerahan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan wujud pengakuan tertinggi kepada para tokoh bangsa yang konsisten menjaga, merawat, dan memperjuangkan amanat Pasal 33 UUD 1945 demi kemajuan ekonomi kerakyatan.
Apresiasi dalam Koperasi Awards 2026 dirancang mencakup spektrum kepemimpinan yang luas, mulai dari jajaran birokrasi daerah hingga korporasi milik negara. Penghargaan diserahkan kepada para gubernur, bupati, wali kota, dan Badan Usaha Milik Negara yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam memberdayakan koperasi di wilayah kerja masing-masing. Langkah ini bertujuan untuk menyelaraskan komitmen dari pengambil kebijakan di tingkat pusat, daerah, dan ekosistem industri agar terus memperkuat basis ekonomi berbasis kebersamaan.
Terdapat lima kategori penghargaan utama yang disematkan dalam perhelatan ini, yaitu Bakti Koperasi Makarti Guna Swasembada, Bakti Koperasi Satya Bhakti Pamong Artha, Bakti Koperasi Nayaka Mahambara, Bakti Koperasi Pradana Nayaka, dan Anugerah Amerta Bakti. Keberagaman kategori ini memotret berbagai dimensi pengabdian, mulai dari penguatan tata kelola kelembagaan, kepemimpinan publik yang adaptif, hingga keteguhan intelektual dalam memperjuangkan prinsip-prinsip ekonomi konstitusi di tengah dinamika pasar modern.
Harga Telur Masih Anjlok, Bapanas Usulkan Tambahan Kuota Jagung Pakan SPHP 150 Ribu Ton

Sorotan utama jatuh pada kategori Anugerah Amerta Bakti yang diberikan kepada empat begawan ekonomi kerakyatan Indonesia: Prof. Dr. Mubyarto, Prof. Dr. Sri Edi Swasono, Prof. Dr. Dawam Rahardjo, S.E., dan Adi Sasono. Keempat tokoh senior tersebut dipandang memiliki jejak rekam panjang dalam meletakkan fondasi teoretis sekaligus praksis gerakan koperasi nasional. Momentum penghargaan ini kian mendalam dengan kehadiran langsung ketiga putri Proklamator sekaligus Bapak Koperasi Indonesia, Mohammad Hatta, yang menjadi saksi kelanjutan api perjuangan ekonomi kerakyatan lintas generasi.
Sudut pandang kritis turut mewarnai perjalanan penghargaan ini, sebagaimana tecermin dari sikap Prof. Dr. Sri Edi Swasono. Tokoh ekonomi kerakyatan ini mengungkapkan bahwa dirinya sempat menolak anugerah Lifetime Achievement Award dari gerakan koperasi pada tiga tahun silam. Penolakan tersebut didasari oleh pandangan kritisnya bahwa koperasi pada masa itu belum terintegrasi secara utuh dan bermartabat ke dalam struktur perekonomian nasional arus utama.
ID FOOD Raih Penghargaan Koperasi Awards 2026, Perkuat Sinergi dan Inovasi Pangan

Penerimaan anugerah pada tahun 2026 menandai babak baru optimisme terhadap integrasi gerakan koperasi ke dalam arah pembangunan nasional. Salah satu pendorong utamanya adalah dorongan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang berupaya merevitalisasi peran koperasi hingga ke tingkat akar rumput. Melalui komitmen kebijakan dan rekonsiliasi nilai historis tersebut, Koperasi Awards 2026 menjadi pengingat bahwa pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 memerlukan kesungguhan kerja nyata dari seluruh elemen bangsa.






