PT Freeport Indonesia (PTFI) memegang peranan penting dalam mendorong perekonomian nasional sekaligus mendukung pembangunan wilayah di sekitar area operasionalnya. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan tidak hanya terbatas pada sektor operasional pertambangan saja, melainkan juga tercermin dari kontribusi finansial yang signifikan bagi penerimaan kas negara serta pelaksanaan aneka program peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah.
Pada tahun 2025 lalu, PTFI berhasil membukukan kontribusi kepada negara dengan total nilai lebih dari US$ 4,7 miliar atau sekitar Rp 75 triliun. Jumlah kontribusi tersebut diserahkan ke kas negara dalam bentuk pembayaran pajak, dividen, royalti, serta berbagai pungutan lainnya. Sementara itu, pada tahun 2026, nilai kontribusi PTFI kepada negara diperkirakan berada di angka sekitar Rp 47 triliun. Penyesuaian angka kontribusi ini berlangsung karena perusahaan masih berada dalam masa pemulihan operasional setelah terjadinya insiden longsoran lumpur basah di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada tahun 2025.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan tersebut, PTFI saat ini tengah mengerjakan sejumlah proyek teknis penting di lapangan. Pengerjaan proyek tersebut mencakup pembangunan drift, terowongan, serta instalasi sistem pompa yang difungsikan untuk mengeluarkan material basah dari area tambang terbuka. Infrastruktur penanganan ini dirancang dan ditargetkan untuk dapat beroperasi secara bertahap hingga akhir tahun 2027 mendatang.
Pemerintah Pangkas Kuota BBM Subsidi 2027 dan Siapkan Pengetatan Distribusi Pertalite

Melalui penyelesaian rangkaian proyek tersebut, operasional PTFI ditargetkan dapat kembali mencapai level optimal sebesar 100 persen pada tahun 2028. Kenaikan kontribusi tahunan PTFI ditargetkan kembali tumbuh hingga mencapai Rp 120 triliun per tahun mulai tahun 2028 seiring tercapainya target operasi penuh tersebut. Bersamaan dengan tercapainya kapasitas 100 persen, PTFI diproyeksikan dapat menyumbang ke negara lebih dari US$ 7 miliar atau setara dengan Rp 100 triliun setiap tahunnya.
Selain memberikan setoran ke kas negara, PTFI juga menggelontorkan dana investasi lokal senilai US$ 100 juta setiap tahun untuk memenuhi berbagai keperluan daerah. Alokasi investasi lokal ini diberikan dalam bentuk serangkaian program yang direncanakan terus berjalan hingga tahun 2041. Dukungan pengembangan wilayah ini tampak pada capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Mimika yang berhasil menyentuh angka 77,25, di mana angka tersebut lebih tinggi daripada IPM nasional.
34 Siswa di Bihar Jatuh Sakit, Makanan Diduga Terkontaminasi Detergen

Realisasi dukungan pengembangan sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar di tingkat daerah juga diterapkan pada sektor pendidikan, salah satunya di Sekolah Asrama Taruna Papua. Di asrama sekolah tersebut, para murid mendapatkan fasilitas makanan bergizi gratis sebanyak 5 kali dalam satu hari. Pola pemenuhan nutrisi harian para siswa tersebut mencakup pemberian makan pagi, siang, dan malam, serta ditambah dengan 2 kali pembagian makanan ringan.






