PT Asuransi Jiwa IFG, atau yang lebih dikenal sebagai IFG Life, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang sangat positif dan solid sepanjang tahun buku 2025. Sebagai bagian dari PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) yang merupakan anggota dari IFG鈥攕ebuah BUMN holding yang bergerak di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi鈥攑erusahaan ini terus menunjukkan perkembangan yang kuat di industri asuransi nasional. Berdasarkan laporan kinerja keuangan konsolidasi terbarunya, IFG Life sukses membukukan laba bersih konsolidasi yang mencapai angka Rp482,12 miliar sepanjang tahun 2025. Pencapaian laba bersih yang signifikan ini menjadi salah satu bukti nyata dari perkembangan bisnis dan efektivitas operasional yang dijalankan oleh perusahaan sepanjang periode tersebut.
Pertumbuhan laba bersih konsolidasi yang berhasil diraih oleh IFG Life pada tahun 2025 ini tercatat mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Jika dibandingkan dengan perolehan laba bersih pada tahun sebelumnya, yaitu tahun 2024, laba bersih IFG Life pada tahun 2025 mengalami pertumbuhan atau kenaikan sebesar 162,9 persen. Lonjakan laba bersih ini didorong oleh kinerja pendapatan perusahaan yang juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Sepanjang tahun 2025, pendapatan dari jasa asuransi yang dikelola oleh IFG Life mengalami kenaikan sebesar 11,7 persen secara tahunan, sehingga nilainya meningkat menjadi sebesar Rp6,56 triliun. Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih, kekuatan finansial perusahaan juga tercermin dari total aset yang dimiliki, di mana IFG Life mencatatkan akumulasi total aset yang mencapai Rp32,84 triliun pada tahun 2025.
Koperasi Diajak Masuk Bisnis Karbon, Potensinya Puluhan Ribu Triliun

Tidak hanya fokus pada pertumbuhan profitabilitas dan aset saja, IFG Life juga senantiasa menjaga tingkat kesehatan keuangan perusahaan dengan sangat baik dan hati-hati. Hal ini dibuktikan dengan perolehan Risk-Based Capital (RBC) perusahaan yang berada di level 180,16 persen pada tahun 2025. Rasio RBC sebesar 180,16 persen ini menunjukkan tingkat kecukupan modal yang sangat memadai untuk mengantisipasi risiko-risiko yang mungkin dihadapi dalam menjalankan bisnis asuransi. Keberhasilan dalam menjaga tingkat RBC ini juga membuktikan kepatuhan IFG Life terhadap regulasi yang berlaku, di mana angka RBC tersebut berada jauh di atas ketentuan minimum yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan tingkat RBC yang kokoh ini, stabilitas keuangan perusahaan berada dalam kondisi yang sangat sehat.
Kinerja keuangan yang gemilang sepanjang tahun 2025 ini memberikan dampak positif yang nyata bagi para nasabah dan pemegang polis. Direktur Keuangan yang sekaligus merangkap sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama IFG Life, Ryan Diastana Firman, memberikan tanggapan mengenai pencapaian ini. Ryan Diastana Firman menyatakan bahwa kinerja operasional dan finansial yang dicapai sepanjang tahun 2025 tersebut secara langsung memperkuat kemampuan perusahaan untuk terus memenuhi komitmen kepada seluruh pemegang polis. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen IFG Life dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan nasabahnya secara berkelanjutan.
PT Vale Indonesia Rencanakan Pengembangan Proyek Tambang Nikel Tanamalia

Keberhasilan IFG Life dalam mencetak kinerja keuangan yang positif pada tahun 2025 ini juga dicapai di tengah adanya perubahan regulasi yang penting di industri asuransi jiwa nasional. Pada tahun 2025, industri asuransi jiwa secara keseluruhan mulai menerapkan standar akuntansi baru, yaitu PSAK 117. Bagi IFG Life, penerapan regulasi PSAK 117 ini menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan transparansi serta kualitas pelaporan keuangan perusahaan secara berkelanjutan. Dengan dukungan dari IFG sebagai BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, IFG Life optimistis dapat terus mempertahankan kinerja positif serta memberikan layanan perlindungan terbaik bagi seluruh pemegang polis di Indonesia.






