Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) saat ini tengah memantau secara intensif perkembangan kondisi para warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan terhadap kapal MV Tihamah di Yaman. Berdasarkan informasi resmi terbaru, satu orang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia dilaporkan masih hilang dan belum ditemukan menyusul serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi di wilayah perairan Selat Bab Al-Mandeb tersebut.
Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, memberikan klarifikasi resmi mengenai status para awak kapal asal Indonesia dalam agenda press briefing Kemlu pada hari Kamis (13/8/2026). Heni menjelaskan bahwa satu orang ABK WNI masih dinyatakan hilang. Klarifikasi ini sekaligus menanggapi dan meluruskan pemberitaan yang beredar sebelumnya yang mengeklaim bahwa ada satu warga negara Indonesia yang terbunuh dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, pihak-pihak terkait terus melakukan upaya pencarian dan penyisiran di wilayah laut secara intensif guna menemukan satu ABK yang masih hilang tersebut.
Kabar mengenai kondisi para awak kapal asal Indonesia diperoleh setelah pihak berwenang Indonesia menerima nota diplomatik dari Kementerian Luar Negeri Yaman pada hari Kamis pagi. Berdasarkan nota diplomatik tersebut, kapal MV Tihamah yang menjadi sasaran serangan merupakan sebuah kapal kargo berukuran kecil yang dimiliki oleh perusahaan asal Mesir. Kapal kargo tersebut mengangkut total 11 orang kru atau anak buah kapal, dengan rincian delapan orang warga negara Pakistan dan tiga orang warga negara Indonesia.
Integrasi SATUSEHAT dan SIAK Permudah Penerbitan Akta Kelahiran Bayi

Mengenai kondisi dua ABK WNI lainnya yang berada di kapal tersebut, KBRI Muscat telah melakukan komunikasi langsung dan mengonfirmasi bahwa keduanya berada dalam kondisi selamat. Dari dua orang yang selamat tersebut, satu ABK dilaporkan mengalami luka-luka ringan akibat terkena serpihan. Sementara itu, satu ABK WNI lainnya juga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis secara intensif di rumah sakit setempat. Di sisi lain, korban jiwa dilaporkan berasal dari awak kapal asal Pakistan, di mana Menteri Luar Negeri Pakistan telah memberikan konfirmasi resmi bahwa tiga orang warga negaranya tewas dalam insiden tersebut.
Peristiwa penyerangan terhadap MV Tihamah ini terjadi pada hari Selasa (11/8), ketika kapal kargo tersebut sedang bersandar di kawasan perairan Selat Bab Al-Mandeb, tepatnya di sekitar Pulau Perim, Yaman. Kelompok Houthi menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengeklaim bahwa kapal kargo MV Tihamah membawa muatan berupa perlengkapan militer milik Arab Saudi. Kendati demikian, tuduhan mengenai adanya perlengkapan militer Arab Saudi di kapal tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak pemerintah Arab Saudi sendiri.
76.315 KK di Sleman Daftar Uji Coba Perlinsos Digital Batch Pertama

Sebagai langkah tindak lanjut, KBRI Muscat terus berupaya melakukan berbagai langkah perlindungan yang diperlukan bagi para ABK WNI yang terdampak. Pihak KBRI Muscat juga mulai mempersiapkan proses pemulangan atau repatriasi para korban kembali ke tanah air apabila situasi dan kondisi di lapangan sudah memungkinkan untuk dilakukan. Selain itu, Direktorat PWNI Kemlu RI juga telah menjalin komunikasi secara langsung dengan pihak keluarga dari ketiga ABK WNI tersebut guna menjelaskan proses penanganan yang sedang berjalan serta menyampaikan informasi dan situasi terkini mengenai kondisi anggota keluarga mereka.






