Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengawali perdagangan pada awal pekan ini dengan mencatatkan kinerja yang positif. Pada pembukaan perdagangan hari Senin (3/8), indeks saham utama di bursa domestik tersebut terpantau bergerak meyakinkan di zona hijau. IHSG dilaporkan dibuka mengalami kenaikan sebesar 27,829 poin, yang mencerminkan tingkat penguatan sekitar 0,45 persen. Berkat lonjakan poin pada awal transaksi tersebut, IHSG berhasil menempati posisi di level 6.263,956. Pergerakan positif ini tentunya menjadi sinyal awal yang diperhatikan oleh para investor dan pelaku pasar modal di dalam negeri yang terus memantau dinamika pasar saham sejak bel perdagangan dibunyikan.
Sebelum perdagangan saham resmi dibuka secara reguler, gairah di pasar modal sebenarnya sudah mulai terlihat dengan jelas sejak sesi pra-pembukaan atau yang lazim dikenal dengan istilah preopening. Pada masa transaksi preopening tersebut, pergerakan indeks harga saham gabungan terpantau mengalami apresiasi yang lebih tinggi dibandingkan saat pembukaan reguler. Tercatat bahwa indeks harga saham naik cukup signifikan hingga 36,490 poin, atau mencatatkan tingkat penguatan sebesar 0,59 persen. Kenaikan pada sesi awal ini sempat mengantarkan IHSG menyentuh level 6.272,617, memberikan dorongan optimisme sebelum akhirnya pasar memulai sesi perdagangan reguler secara penuh.
Sentimen positif yang menyelimuti pasar saham dalam negeri pada awal pekan ini tampaknya juga berjalan beriringan dengan kinerja yang menguntungkan dari mata uang garuda di pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dilaporkan bergerak menguat pada perdagangan hari yang sama. Berdasarkan data referensi yang dihimpun dari Bloomberg pada pukul 08.57 WIB, kurs rupiah terhadap dolar AS berada pada posisi Rp 18.022. Posisi pergerakan mata uang rupiah tersebut secara langsung mencerminkan adanya penguatan nilai tukar sebesar 89,00 poin, atau setara dengan tingkat apresiasi sekitar 0,49 persen jika dibandingkan dengan pergerakan sebelumnya.
Penumpang Pesawat di Bandara Juanda Sembunyikan Anak Monyet dalam Koper Bagasi

Kondisi pasar keuangan domestik yang menghijau ini memperlihatkan dinamika yang cukup bervariasi apabila dikomparasikan dengan pergerakan bursa saham di kawasan Asia secara keseluruhan. Di wilayah Hong Kong, indeks Hang Seng terpantau bergerak selaras dengan arah IHSG, yakni mantap berada di zona hijau. Indeks Hang Seng tercatat sukses membukukan kenaikan sebesar 148,320 poin, atau mengalami penguatan sekitar 0,57 persen. Rentetan kenaikan poin tersebut secara efektif menempatkan indeks Hang Seng pada level 26.024,939 pada sesi perdagangan waktu setempat.
Kendati demikian, tren penguatan yang dialami oleh IHSG di Jakarta dan indeks Hang Seng di Hong Kong ternyata tidak diikuti secara merata oleh sejumlah bursa saham utama lainnya di kawasan Asia, yang justru terjerumus masuk ke dalam zona merah. Indeks Nikkei 225 di Jepang, misalnya, mengalami tekanan penurunan yang cukup dalam, yakni merosot sebesar 1.247,300 poin atau melemah hingga mencapai 1,94 persen, sehingga mendarat ke level 263.121,500. Sementara itu, di pasar saham China, indeks SSE Composite juga tidak luput dari tekanan koreksi dengan mencatatkan penurunan sebesar 19,280 poin, atau melemah 0,50 persen ke posisi 3.813,340.
Pimpinan Partai Sudah Komunikasi Bahas RUU Pemilu, Opsi Threshold 4-5% Menguat

Pelemahan indeks saham di kawasan regional juga merembet ke bursa saham negara tetangga, tepatnya di Singapura. Indeks Straits Times dilaporkan mengalami koreksi tipis dengan penurunan sebesar 4,240 poin atau susut sekitar 0,09 persen, yang kemudian menempatkannya di level 5.623,600. Di tengah berbagai fluktuasi pasar saham global dan regional yang berjalan begitu dinamis ini, aktivitas pemantauan pergerakan saham tetap berjalan secara aktif di tanah air. Salah satu potret aktivitas tersebut terlihat dari kesibukan para karyawan yang tengah mengamati pergerakan harga saham di kantor Profindo Sekuritas yang berlokasi di Jakarta pada hari Senin (6/9).






