Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka di zona hijau pada perdagangan Rabu, 2 September 2026. Indeks acuan domestik ini menguat 25,45 poin atau setara 0,39 persen ke level 6.625,39 pada pembukaan sesi pertama, mempertahankan tren positif dari sesi-sesi sebelumnya.
Seiring pergerakan IHSG, kelompok 45 saham unggulan melalui Indeks LQ45 turut mencatatkan kenaikan 2,31 poin atau 0,35 persen menuju posisi 656,72.
Memasuki pukul 09.11 WIB, IHSG bergerak fluktuatif namun tetap bertahan di teritori positif dengan penguatan tipis 0,20 persen ke level 6.612. Sementara itu, Indeks LQ45 berada di posisi 655,32 atau naik 0,13 persen. Pada rentang perdagangan awal tersebut, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.629,54 dan titik terendah di 6.605,01.
Nottingham Forest Resmi Rekrut Daniel Munoz dari Crystal Palace Seharga Rp452 Miliar

Kinerja Sektoral dan Transaksi Saham
Aktivitas transaksi pada awal sesi mencatatkan pergerakan harga yang cukup berimbang di pasar reguler. Sebanyak 262 saham tercatat menguat, 256 saham terkoreksi, dan 203 saham bergerak stagnan. Total volume perdagangan mencapai 7 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,5 triliun dari 346.762 kali transaksi.
Penguatan indeks pagi ini ditopang kuat oleh lonjakan sektor teknologi yang melesat 3,26 persen. Dua sektor lain yang turut mendorong pergerakan positif adalah sektor keuangan dengan apresiasi 1,04 persen serta sektor kesehatan yang naik 0,78 persen.
Sebaliknya, tekanan jual masih membayangi sejumlah sektor lain. Sektor industri mengalami pelemahan paling dalam sebesar 0,52 persen, diikuti sektor infrastruktur yang menyusut 0,40 persen, sektor energi turun 0,38 persen, dan sektor properti terkoreksi 0,28 persen.
Erupsi Gunung Sinabung, 615 Warga Mengungsi ke Posko Darurat

Faktor Domestik dan Sentimen Pendukung
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau berada di kisaran Rp17.760. Pergerakan IHSG hari ini melanjutkan laju positif perdagangan sebelumnya, di mana pada Selasa (1/9/2026) indeks ditutup naik 1,14 persen ke posisi 6.599,94 setelah ditopang stabilitas inflasi dan pengesahan Gubernur Bank Indonesia terpilih.
Penguatan beruntun ini juga meneruskan tren penutupan positif pada Senin (31/8) serta reli yang sudah tampak sejak pembukaan Jumat (28/8) di level 6.535,72. Dari sisi fundamental ekonomi makro, posisi neraca dagang Indonesia juga mendapatkan dorongan dari kinerja industri pengolahan yang menopang capaian surplus pada Juli 2026.






