Tim gabungan mengevakuasi sebanyak 615 warga dari Desa Kuta Tengah, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, ke lokasi pengungsian sementara menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), warga yang dievakuasi tersebut mencakup sekitar 211 keluarga. Seluruh pengungsi kini dipusatkan di Posko Penanganan Darurat yang berlokasi di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.
Mayat Wanita Dalam Dus di Ciparay Bandung, Terduga Pembunuh Ditangkap di Banten

Evakuasi massal dilakukan setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Kenaikan status ini merupakan respons atas erupsi yang terjadi pada Senin (31/8/2026) pagi, ketika gunung api tersebut melontarkan kolom abu tebal setinggi 3.500 meter ke arah timur.
Erupsi tersebut juga memicu hujan abu vulkanik yang sempat menyelimuti kawasan Kota Berastagi, Kabupaten Karo. Sementara itu, warga Desa Payung di Kecamatan Payung dilaporkan masih bertahan di kediaman masing-masing dengan status siaga penuh di bawah pengawasan tim gabungan.
9 Taman Nasional Ditutup Sementara untuk Cegah Risiko Kebakaran Hutan

Menyikapi perkembangan tersebut, BNPB mengimbau warga maupun wisatawan untuk tidak beraktivitas di seluruh wilayah desa relokasi dalam radius 3 kilometer dari puncak. Zona bahaya juga mencakup perluasan sektoral hingga 6 kilometer ke arah selatan-timur sesuai rekomendasi teknis Badan Geologi.






