Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meningkat signifikan menyusul letusan yang melontarkan abu vulkanik hingga ribuan meter. Merespons kondisi tersebut, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) terhitung sejak Senin (31/8) pukul 12.30 WIB.
Peningkatan status ini dipicu oleh erupsi yang terjadi pada Senin (31/8) pukul 10.17 WIB. Saat letusan berlangsung, gunung melontarkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut. Sebaran abu vulkanik dilaporkan sempat menjangkau area permukiman di kawasan Berastagi hingga lereng Gunung Sibayak.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menjelaskan bahwa sebelum letusan terjadi, instrumen pemantau merekam peningkatan aktivitas kegempaan yang cukup tinggi, meliputi 85 kali gempa vulkanik, satu kali gempa hembusan, dan satu kali tremor harmonik.
Zona Bahaya dan Evakuasi Ribuan Warga
Menyusul penetapan Level III (Siaga), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan batas zona bahaya dalam radius 3 kilometer dari puncak, serta perluasan hingga radius 6 kilometer untuk sektor selatan-timur. Masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas di dalam radius berbahaya tersebut maupun di desa-desa yang sebelumnya telah direlokasi.
Alasan Pemilik Proton Bertahan, Urgensi Daur Ulang Baterai EV, dan Kinerja Ekspor Mitsubishi

Karena berada dalam irisan perluasan zona bahaya 6 kilometer, sebanyak 2.451 warga dari Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat dan Desa Payung di Kecamatan Payung direncanakan untuk dievakuasi pada Selasa (1/9).
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumatera Utara Sri Wahyuni Pancasilawati menyampaikan bahwa warga dari kedua desa tersebut dialokasikan ke beberapa lokasi pengungsian, yaitu Jambur Sukatepu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Jambur Desa Batu Karang. Dandim 0205 Tanah Karo Letkol Inf Robert Panjaitan menambahkan bahwa evakuasi menjadi langkah antisipasi mutlak dari potensi awan panas, mengingat data seismologi masih mendeteksi gempa tremor yang mengindikasikan adanya pergerakan magma di dalam perut gunung.
Penanganan Pengungsi dan Pembatasan Aktivitas
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan bahwa jajaran pemerintah daerah telah menyiapkan seluruh kebutuhan logistik bagi para pengungsi, mulai dari pasokan makanan, air bersih, fasilitas mandi cuci kakus (MCK), posko kesehatan, perlengkapan tidur, hingga armada bus untuk transportasi anak-anak menuju sekolah.
Erupsi Gunung Sinabung, 615 Warga Mengungsi ke Posko Darurat

Hingga Selasa (1/9), belum ada laporan mengenai rumah warga yang rusak akibat aktivitas vulkanik tersebut. Pada hari yang sama, visual Gunung Sinabung terpantau tidak mengeluarkan abu vulkanik lanjutan, dan arus lalu lintas di sekitar Berastagi menuju Danau Lau Kawar terpantau lancar.
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik, Forkopimda Sumatera Utara telah mendistribusikan masker ke masyarakat guna mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Di samping itu, seluruh aktivitas wisata di sekitar lereng Gunung Sinabung diminta untuk ditutup sementara demi keselamatan bersama.






