Pada perdagangan hari Rabu, 12 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja yang cukup kuat. Indeks saham acuan di Indonesia tersebut berhasil menutup sesi perdagangan dengan mengalami kenaikan sebesar 1,68 persen. Dengan kenaikan tersebut, IHSG kini berada di level 6.373,85. Pergerakan positif ini didukung oleh mayoritas saham yang diperdagangkan, di mana tercatat sebanyak 474 saham mengalami kenaikan. Sementara itu, terdapat 185 saham yang mengalami penurunan harga, dan sebanyak 304 saham lainnya bergerak stagnan pada penutupan perdagangan tersebut.
Di tengah pergerakan indeks yang menguat, aktivitas pelaku pasar khususnya investor asing juga menunjukkan dinamika yang menarik. Berdasarkan data perdagangan pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, investor asing secara keseluruhan masih mencatatkan aksi beli bersih atau net buy di pasar saham Indonesia. Nilai beli bersih oleh investor asing tersebut secara total mencapai angka yang cukup signifikan, yaitu sebesar Rp725,4 miliyar. Hal ini menunjukkan bahwa minat investasi asing di pasar modal dalam negeri secara agregat masih tetap terjaga dengan baik pada hari tersebut.
Meskipun secara akumulatif mencatatkan net buy yang besar, investor asing terpantau melakukan aksi jual terhadap sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi pelepasan saham oleh para investor asing ini terjadi menjelang adanya pengumuman penting di pasar modal global, yaitu hasil dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) August 2026 Index Review. Menjelang pengumuman indeks global tersebut, beberapa saham dari emiten terkemuka di tanah air justru menjadi sasaran penjualan bersih oleh investor dari luar negeri.
MSCI Keluarkan 10 Saham Indonesia, IHSG Dibuka Dua Arah

Berdasarkan data perdagangan pada tanggal 12 Agustus 2026, saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing adalah saham milik perusahaan perbankan pelat merah, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Emiten berkode saham BMRI ini mencatatkan nilai jual bersih atau net sell terbesar oleh investor asing dibandingkan dengan saham-saham lainnya di Bursa Efek Indonesia. Nilai net sell asing pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tersebut tercatat mencapai angka Rp245,7 miliar pada akhir perdagangan hari Rabu tersebut.
Selain Bank Mandiri, saham emiten telekomunikasi milik negara, yaitu PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), juga menjadi salah satu saham yang banyak dilepas oleh investor asing. Saham TLKM mencatatkan nilai net sell asing sebesar Rp98,4 miliar. Menyusul di posisi berikutnya adalah saham di sektor energi dan pertambangan, yakni PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), yang mencatatkan nilai jual bersih oleh asing sebesar Rp31 miliar. Tidak ketinggalan, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) juga mencatatkan aksi jual bersih oleh investor asing dengan nilai mencapai Rp27,9 miliar pada hari yang sama.
Defisit Anggaran AS Meledak hingga Rp 7.700 Triliun, Utang Nasional Tembus Rp 713 Kuadriliun

Aksi pelepasan saham oleh investor asing juga menyasar beberapa emiten lainnya di sektor pertambangan dan properti. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan nilai net sell asing sebesar Rp25,4 miliar pada perdagangan tersebut. Selanjutnya, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga dilepas oleh investor asing dengan nilai transaksi jual bersih sebesar Rp24,9 miliar. Terakhir, saham dari sektor properti yaitu PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) melengkapi daftar saham yang banyak dilepas oleh asing dengan mencatatkan nilai net sell sebesar Rp20,3 miliar.






