Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanNewsPopuler
Beranda/Ketenagakerjaan

Lulusan Sarjana Sulit Dapat Kerja, Apa yang Dicari Industri?

Yolanda TobanDiterbitkan 13 Agu 2026 - 08.23 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Lulusan Sarjana Sulit Dapat Kerja, Apa yang Dicari Industri?
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pada 5 Agustus 2026 yang menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) untuk lulusan Diploma IV hingga jenjang S3 mencapai 6,13 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran lulusan Diploma I hingga III yang berada di angka 4,80 persen. Kenaikan tingkat pengangguran ini terjadi di tengah lonjakan jumlah angkatan kerja lulusan perguruan tinggi yang mencapai 16,8 juta orang pada tahun 2026, meningkat 17,5 persen dibandingkan data tahun 2022 yang mencatatkan 14,3 juta orang.

Tingginya angka pengangguran di tingkat pendidikan tinggi ini memicu tantangan krusial bagi pencari kerja baru. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, mengemukakan bahwa tingkat pengangguran terendah justru berada di kalangan lulusan SD dan SMP karena mereka bersikap tidak memilih-milih pekerjaan. Di sisi lain, lulusan S1 cenderung lebih selektif, enggan memulai dari posisi dasar (entry-level), serta memiliki ekspektasi gaji yang tinggi tanpa diimbangi oleh pengalaman praktis yang memadai.

Menjawab kebutuhan pasar, HR Generalist PT Aliansi Lintas Teknologi, Aristya Safina Harahap, menjelaskan bahwa rata-rata perusahaan merekrut karyawan untuk memecahkan masalah, bukan sekadar melihat gelar akademis yang disandang kandidat. Senada dengan hal tersebut, Konsultan Rekrutmen Ari Wibowo mengungkapkan bahwa banyak lulusan baru, khususnya dari jurusan ilmu sosial, hanya memahami teori tanpa memiliki wawasan lanskap bisnis yang cukup. Ari menekankan pentingnya pengalaman nonformal, seperti aktif di organisasi, komunitas, hingga wirausaha, karena hal tersebut membuktikan inisiatif, kemauan belajar, dan kemampuan kandidat dalam menyelesaikan masalah nyata.

Baca Juga

Kelas Jurnalis Cilik Cilincing, Anak-Anak Pesisir Merekam Isu Lingkungan di Tengah Panas Ekstrem

Kelas Jurnalis Cilik Cilincing, Anak-Anak Pesisir Merekam Isu Lingkungan di Tengah Panas Ekstrem

Kesenjangan antara kurikulum akademis dan kebutuhan industri juga menjadi sorotan Pengamat Pendidikan Doni Kusuma. Ia menyatakan bahwa program studi di perguruan tinggi saat ini belum mampu mengejar urgensi kebutuhan keahlian di bidang baru, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan teknologi digital.

Di tingkat makro, penyerapan tenaga kerja sektor formal di Indonesia juga menghadapi tantangan struktural. Kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menurun drastis dari 32 persen pada tahun 2002 menjadi 19 persen pada tahun 2025. Data BPS tahun 2026 menunjukkan proporsi pekerja informal kini mendominasi hingga 57,8 persen, dengan 48,22 persen di antaranya tergolong dalam pekerjaan yang rentan.

Baca Juga

LPEM FEB UI, Lulusan Sarjana Manajemen, Hukum, dan Ekonomi Paling Banyak Menganggur

LPEM FEB UI, Lulusan Sarjana Manajemen, Hukum, dan Ekonomi Paling Banyak Menganggur

Bob Azam menambahkan bahwa biaya investasi untuk menciptakan lapangan kerja di dalam negeri tergolong tinggi. Dari investasi sebesar Rp1.000 triliun yang masuk ke Indonesia, setiap satu lowongan pekerjaan rata-rata membutuhkan biaya Rp667 juta. Angka ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan Vietnam atau Thailand yang berkisar di angka Rp400 juta per lowongan karena sifat industrinya yang lebih padat karya. Di sisi lain, anggaran pelatihan kerja di Indonesia masih sangat terbatas, yakni kurang dari Rp2 triliun untuk dibagikan kepada sekitar 126 juta tenaga kerja.

Untuk mengatasi kesenjangan pengalaman ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kolaborasi melalui Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) serta menyelenggarakan program pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi. Peluang masa depan juga masih terbuka lebar seiring proyeksi Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) yang menyebutkan akan ada 15 juta lapangan kerja baru di sektor industri hijau hingga tahun 2030, seperti di bidang kendaraan listrik, panel surya, dan panas bumi (geothermal).

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pengangguranpasar kerjaBPS

Berita Terbaru Lainnya

MSCI Keluarkan 10 Saham Indonesia, IHSG Dibuka Dua ArahKelas Jurnalis Cilik Cilincing, Anak-Anak Pesisir Merekam Isu Lingkungan di Tengah Panas EkstremDefisit Anggaran AS Meledak hingga Rp 7.700 Triliun, Utang Nasional Tembus Rp 713 KuadriliunIHSG Parkir di Zona Hijau, Investor Asing Banyak Lepas Saham-Saham IniJadwal dan Persiapan Timnas Indonesia Menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) Hari Ini di CikarangS&P 500 dan Nasdaq Menguat, Saham AI Jadi Penopang UtamaLegenda Sepak Bola Inggris Akan Berduel di SUGBK dalam Champions Impact in Jakarta 2026

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kesehatan Saluran Cerna Menjadi Kunci Tumbuh Kembang Anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan

Nasional

Kesehatan Saluran Cerna Menjadi Kunci Tumbuh Kembang Anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan

7 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  3. 3Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanNews

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap