Pergerakan pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja yang sangat positif pada penutupan perdagangan pekan lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak kencang hingga berhasil menembus level psikologis 6.400. Pencapaian ini menjadi penanda penting bagi arah pergerakan pasar saham di dalam negeri. Pada akhir perdagangan hari Jumat, 8 Agustus 2026, indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut melesat sebesar 1,04 persen dan mengakhiri seluruh sesi perdagangan pada posisi level 6.409,65. Kenaikan sebesar 1,04 persen ini memastikan indeks mengakhiri pekan di atas ambang batas psikologis yang dinantikan para pelaku pasar.
Keberhasilan IHSG untuk bertahan dan melampaui level psikologis 6.400 tersebut didukung oleh laju perdagangan yang positif selama beberapa hari. Sepanjang pekan lalu, indeks acuan pasar saham Indonesia ini berhasil mengakhiri sesi perdagangan di zona hijau sebanyak tiga hari dari total lima hari perdagangan yang berjalan. Kinerja positif selama tiga hari perdagangan di zona hijau tersebut menjadi pendorong utama yang menjaga pergerakan indeks tetap berada dalam jalur kenaikan hingga perdagangan pekan lalu resmi berakhir.
Apabila dilihat secara lebih mendalam pada rentang waktu sepekan, laju IHSG memperlihatkan penguatan akumulatif yang cukup solid. Indeks acuan pasar saham Republik Indonesia tersebut tercatat naik sebesar 2,78 persen secara akumulatif dalam lima hari terakhir perdagangan. Penguatan sebesar 2,78 persen dalam periode lima hari terakhir ini menunjukkan bahwa pergerakan indeks mampu menjaga momentum positifnya dari hari ke hari, sehingga akhirnya IHSG berhasil menguat dan ditutup pada posisi 6.409,65 pada Jumat, 8 Agustus 2026.
OJK Harap MSCI Berlaku Adil dalam Tinjauan Indeks Saham Agustus 2026

Di tengah laju penguatan IHSG yang menembus level psikologis 6.400 tersebut, aktivitas pelaku pasar internasional di bursa domestik turut memberikan kontribusi positif. Investor asing tercatat mencatatkan total pembelian bersih (net buy) sebesar Rp672,7 miliar di seluruh pasar sepanjang pekan lalu. Nilai net buy asing yang mencapai Rp672,7 miliar ini memperlihatkan bahwa transaksi pemodal dari luar negeri memberikan tambahan aliran dana segar di pasar modal tanah air sepanjang pekan perdagangan tersebut.
Total angka pembelian bersih atau net buy asing sebesar Rp672,7 miliar di seluruh pasar tersebut dihasilkan dari akumulasi volume transaksi jual dan beli oleh investor luar negeri. Investor asing tercatat melakukan aksi pembelian saham dengan total nilai mencapai Rp11,23 triliun sepanjang sepekan lalu. Di saat yang sama, total nilai transaksi penjualan saham yang dilakukan oleh investor asing tercatat sebesar Rp10,55 triliun. Selisih antara transaksi beli sebesar Rp11,23 triliun dan transaksi jual sebesar Rp10,55 triliun tersebut secara tepat menghasilkan angka net buy sebesar Rp672,7 miliar.
Udang Indonesia, Mengejar Tonase atau Efisiensi?

Secara keseluruhan, penutupan perdagangan IHSG pada hari Jumat, 8 Agustus 2026 di level 6.409,65 mencerminkan hasil perdagangan yang kuat bagi bursa saham domestik. Kombinasi dari kenaikan indeks harian sebesar 1,04 persen, penguatan akumulatif sebesar 2,78 persen selama lima hari terakhir, keberhasilan mengakhiri perdagangan di zona hijau pada tiga hari dari lima hari perdagangan, serta capaian net buy asing sebesar Rp672,7 miliar dari transaksi beli Rp11,23 triliun dan transaksi jual Rp10,55 triliun, menegaskan posisi IHSG yang sukses menembus level psikologis 6.400.






