Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan memperingatkan bahwa instalasi listrik yang tidak memenuhi standar menjadi pemicu utama timbulnya bahaya kebakaran di berbagai lingkungan masyarakat.
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim menyatakan bahwa hubungan arus pendek akibat kegagalan sistem kelistrikan berulang kali menjadi sumber bencana yang merugikan warga. Menurutnya, langkah mitigasi bencana perlu menyoroti aspek kelistrikan bersamaan dengan kesiapsiagaan terhadap faktor alam.
Solidaritas untuk Korban Gempa NTT, Baznas (Bazis) DKI Jakarta Siapkan 10.000 Porsi Makanan

Temuan Instalasi Rentan pada Bangunan Gedung
Hingga saat ini, pihak Pemkot Jakarta Selatan masih mendapati sejumlah instalasi listrik pada bangunan gedung yang belum mengacu pada standar keselamatan yang semestinya. Ketidaksesuaian teknis tersebut dinilai rawan memicu lonjakan arus pendek, ancaman sengatan listrik, hingga kerugian materiil dalam skala besar.
Firmanuddin menegaskan bahwa pemberian edukasi mengenai keselamatan kelistrikan dan kebencanaan adalah tanggung jawab pemerintah. Upaya ini mendesak dijalankan guna memastikan keselamatan kerja, keamanan fisik bangunan gedung, serta perlindungan warga secara berkelanjutan.
Gempa M5,4 Cilacap Terasa di Pangandaran, Jemaah Salat Jumat Bertahan di Masjid

Pemerintah Kota Jakarta Selatan menargetkan perluasan agenda sosialisasi dan edukasi regulasi keselamatan ketenagalistrikan hingga ke tingkat kecamatan. Peningkatan pemahaman ini diarahkan khusus bagi pengelola gedung, teknisi listrik, serta warga umum agar tingkat kepatuhan terhadap standar teknis meningkat demi mencegah terjadinya musibah serupa di masa depan.






