Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengusulkan peristiwa bersejarah tahun 1740 diangkat ke panggung drama untuk menyambut perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027 mendatang. Gagasan tersebut ia sampaikan saat menyaksikan pementasan drama musikal Putri Lopian: Bunga Belantara Dairi karya Sekolah Seni Yonif di Taman Ismail Marzuki, Minggu (30/8).
Di hadapan para pelaku seni, Rano memberikan tantangan kepada Sekolah Seni Yonif agar mulai merancang pertunjukan teater bertema Jakarta 500 tahun untuk tahun depan dengan menggali literatur sejarah peristiwa 1740. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji akan memberikan dukungan penuh bagi realisasi pementasan tersebut.
Rano menyebut peristiwa 1740 sebagai salah satu babak penting dalam sejarah kota yang melatarbelakangi penamaan Kali Angke. Tragedi masa kolonial tersebut melibatkan pembantaian terhadap etnis Tionghoa yang berkonflik dengan pihak Belanda serta dibantu oleh warga pribumi. Peristiwa berdarah itulah yang menjadi cikal bakal kawasan Kali Angke.
Posting Cara Buat Molotov, Pemilik Akun 'Pemukiman Setan' Ditangkap

Sukses Pagelaran Perdana Putri Lopian
Tantangan memproduksi teater sejarah Jakarta ini muncul setelah Rano mengapresiasi keberhasilan Sekolah Seni Yonif menggelar drama musikal perdana mereka. Lakon Putri Lopian: Bunga Belantara Dairi mengangkat kisah Putri Lopian Sinambela, putri Raja Sisingamangaraja XII. Rano memuji dedikasi para pemain yang menjalani latihan intensif setiap hari selama hampir satu bulan penuh.
Kepala Sekolah Seni Yonif yang juga Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, menjelaskan bahwa pementasan Putri Lopian merupakan produksi orisinal yang sepenuhnya dikerjakan oleh para siswa sekolah seni tersebut. Keterlibatan peserta mencakup lini vokal, koreografi tari, tata rias, hingga tata busana.
Hari Keempat, Kebakaran di TPA Liar Waringinkurung Masih Belum Padam

Produksi musikal tersebut menampilkan lebih dari 60 pemeran di atas panggung dengan dukungan lebih dari 100 orang tim produksi. Marulina menuturkan, sosok Putri Lopian diangkat karena membawa pesan tentang keberanian, kesetiaan, serta pengorbanan seorang anak yang memilih berjuang membela keluarga dan rakyatnya melawan penjajah Belanda.
Berbekal pengalaman produksi panggung tersebut, Sekolah Seni Yonif kini didorong untuk memulai riset naskah dan persiapan artistik seputar peristiwa 1740 demi menyemarakkan peringatan setengah milenium Jakarta.






