Berita Viral Terkini

Jasad Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Terborgol Usai Tegur Aksi Vandalisme

Uria KilaPublished 26 Jul 2026 - 01.300 Reads
Bagikan WhatsAppX
Jasad Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Terborgol Usai Tegur Aksi Vandalisme
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Suasana tenang di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mendadak gempar akibat penemuan jasad seorang petugas satuan pengamanan (satpam) di tepian danau area Tanggul Ubrug. Korban diketahui bernama Sumarna, seorang pria berusia 40 tahun yang sedang menjalankan tugas menjaga keamanan fasilitas vital tersebut. Penemuan jasad ini mengundang kecurigaan mendalam karena kondisi korban yang sangat tidak biasa, di mana kedua tangannya ditemukan dalam keadaan terborgol rapat ke belakang tubuhnya.

Peristiwa tragis ini bermula dari sirnanya komunikasi antara Sumarna dengan rekan-rekan kerjanya pada saat korban mengemban tugas piket malam. Korban tercatat mulai menghilang kontak sejak dini hari, tepatnya sekitar pukul 03.00 WIB. Terputusnya sambungan komunikasi dari seorang petugas yang sedang berada di lapangan memicu kekhawatiran besar dari pihak pengelola keamanan waduk, mengingat area yang dijaga merupakan objek vital yang membutuhkan pengawasan ketat secara terus-menerus.

Menyadari ada hal yang tidak beres, kepala satpam di kawasan tersebut bersama sejumlah warga setempat langsung memprakarsai aksi pencarian secara intensif di sekitar area Waduk Jatiluhur. Proses penyisiran yang dilakukan di sepanjang jalur patroli dan tepian danau tersebut akhirnya berujung pada penemuan yang memilukan sekitar pukul 11.00 WIB pada Jumat (24/7/2026) siang. Jasad Sumarna mengambang di pinggiran danau dan masih mengenakan seragam satpam lengkap yang digunakannya saat bertugas malam itu.

Also Read

Perselisihan di Bundaran HI Berakhir Damai tetapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Jajaran Satreskrim Polres Purwakarta yang menerima laporan langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, membenarkan fakta mengenai kondisi mengenaskan korban saat pertama kali dievaluasi dari dalam air. Pihak kepolisian saat ini menaruh fokus penuh pada pengumpulan bukti fisik di sekitar lokasi dan menginterogasi beberapa saksi kunci demi mengidentifikasi pelaku serta membedah motif di balik aksi penyerangan ini.

Di tengah proses penyelidikan, muncul sebuah informasi krusial yang bersumber dari keterangan warga sekitar lokasi waduk. Sebelum dilaporkan hilang kontak pada dini hari, Sumarna dikabarkan sempat memperingatkan dan menegur sekelompok pemuda yang kedapatan hendak melakukan aksi vandalisme di kawasan objek vital nasional tersebut. Penyidik kepolisian kini sedang mendalami korelasi antara perselisihan yang timbul akibat teguran tersebut dengan peristiwa mengenaskan yang menyebabkan tewasnya sang petugas keamanan.

Also Read

Langkah Terpadu Pemerintah Urai Kemacetan Akibat Truk Kontainer di Cakung-Cilincing

Sebagai langkah awal pembuktian, pihak kepolisian telah menyita dan mengamankan beberapa barang pribadi milik korban yang berada di lokasi kerja. Barang bukti yang sudah berhasil diamankan antara lain berupa sepeda motor yang dipakai korban untuk beraktivitas menuju tempat kerja serta alat komunikasi radio panggil (HT). Meski begitu, barang pribadi lain berupa telepon genggam milik korban dilaporkan belum ditemukan dan masih dalam upaya pencarian tim penyidik bersamaan dengan pemeriksaan saksi-saksi pendukung lainnya.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca