Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Politik

Jenderal AS Mulai Cari Jalan Keluar dari Konflik Iran di Tengah Menipisnya Amunisi

Rimba NainggolanDiterbitkan 9 Agu 2026 - 16.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Jenderal AS Mulai Cari Jalan Keluar dari Konflik Iran di Tengah Menipisnya Amunisi
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membatalkan rencana serangan militer besar-besaran terhadap Iran menandai titik krusial dalam perkembangan konflik di Timur Tengah. Langkah pembatalan ini diambil oleh Trump setelah ia melakukan pembicaraan dengan sejumlah negara sekutu di kawasan tersebut. Para sekutu mengekspresikan kekhawatiran mendalam bahwa Iran akan membalas serangan tersebut dengan menargetkan infrastruktur energi mereka. Di tengah situasi yang kian rumit ini, Chairman of the Joint Chiefs of Staff, Jenderal Dan Caine

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
, dilaporkan mulai bergerak secara diam-diam untuk mencari jalan keluar guna mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, Jenderal Caine telah menyampaikan secara langsung kepada sejumlah penasihat senior Donald Trump bahwa Amerika Serikat perlu segera menemukan jalan keluar dari perang Iran ini. Caine menilai bahwa eskalasi militer yang terus berlanjut berisiko menimbulkan dampak buruk bagi posisi Amerika Serikat. Untuk membahas kekhawatiran mengenai opsi-opsi peningkatan eskalasi militer tersebut, Caine telah menjalin komunikasi dengan para pejabat tinggi di pemerintahan Trump, termasuk Direktur CIA John Ratcliffe, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Wakil Presiden JD Vance.

Perbedaan pandangan strategis antara lingkaran militer dan kepresidenan menjadi latar belakang penting dari upaya pencarian jalan keluar ini. Selama ini, Donald Trump cenderung menghindari opsi untuk mengerahkan pasukan darat Amerika Serikat ke wilayah Iran. Sebaliknya, Trump memiliki keyakinan bahwa kampanye serangan udara saja sudah cukup untuk memberikan tekanan besar kepada Teheran. Tekanan tersebut diharapkan dapat memaksa pemerintah Iran untuk bersedia menerima kesepakatan baru sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh pihak Amerika Serikat. Trump bahkan telah beberapa kali melayangkan ancaman terbuka untuk menyerang infrastruktur energi milik Iran.

Baca Juga

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Namun, efektivitas strategi serangan udara ini diragukan oleh pimpinan militer tertinggi Amerika Serikat. Dalam kesaksian publik di hadapan anggota parlemen Amerika Serikat pada bulan lalu, Jenderal Caine secara terbuka mengakui bahwa kekuatan udara memiliki keterbatasan tersendiri. Caine berpandangan bahwa kekuatan udara saja kemungkinan besar tidak akan cukup kuat untuk mencapai target-target strategis yang telah ditetapkan oleh Trump. Lebih lanjut, ia juga menilai bahwa sejumlah opsi militer untuk meningkatkan eskalasi konflik justru berpotensi menjadi bumerang bagi pihak Amerika Serikat sendiri.

Kekhawatiran militer ini diperkuat oleh kondisi logistik pertahanan Amerika Serikat yang mulai tertekan akibat perang. Dalam sebuah pertemuan formal di Gedung Putih yang berlangsung pada akhir Juli lalu, Jenderal Caine menjelaskan secara rinci mengenai risiko-risiko dari berbagai opsi militer yang tengah dipertimbangkan. Salah satu poin krusial yang dipaparkan adalah menipisnya persediaan sejumlah amunisi penting milik militer Amerika Serikat akibat perang. Beberapa pejabat militer senior bahkan menilai persediaan amunisi tersebut kini telah berada pada level yang sangat rendah. Meski demikian, dalam pertemuan tersebut Caine tetap meyakinkan Trump bahwa jika presiden memutuskan untuk meluncurkan operasi militer, pasukan Amerika Serikat masih mampu memberikan tingkat kerusakan yang sangat masif terhadap Iran.

Baca Juga

Tragedi Selat Hormuz, Saat Rudal Militer AS Tembak Jatuh Pesawat Penumpang Iran Air 655

Tragedi Selat Hormuz, Saat Rudal Militer AS Tembak Jatuh Pesawat Penumpang Iran Air 655

Di luar isu logistik internal, kekhawatiran juga disuarakan secara lantang oleh negara-negara di kawasan Teluk. Para pejabat dari negara-negara Teluk menyoroti keterbatasan sistem pertahanan udara Amerika Serikat yang saat ini tersedia untuk melindungi fasilitas-fasilitas penting mereka dari potensi serangan balasan Iran. Kekhawatiran ini menjadi sangat relevan mengingat opsi militer yang sempat dipertimbangkan oleh Amerika Serikat mencakup serangan terhadap sasaran-sasaran sipil dan strategis seperti jembatan serta pembangkit listrik di Iran.

Untuk mengatasi kebuntuan ini, para pengambil kebijakan kini mulai mendiskusikan sejumlah opsi alternatif yang lebih damai guna menyelesaikan konflik. Salah satu opsi yang saat ini tengah dibicarakan secara serius adalah kesepakatan bersama untuk membuka kembali Selat Hormuz. Langkah ini diharapkan dapat menjadi jalan keluar diplomatik yang dapat meredakan ketegangan militer sekaligus memulihkan stabilitas jalur perdagangan energi di kawasan tersebut.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatDan Caine

Berita Terbaru Lainnya

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan RupiahTragedi Selat Hormuz, Saat Rudal Militer AS Tembak Jatuh Pesawat Penumpang Iran Air 655Transmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Simak Syarat dan Ketentuan DiskonnyaTransmart Full Day Sale 9 Agustus 2026 Hadirkan Diskon Kasur hingga 50 Persen Plus 20 PersenTransmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Harga Sepeda Listrik Mulai Rp 3,6 JutaAmbang Batas Parlemen Pemilu 2029 Dibahas, Hanura Mulai Panaskan Mesin PolitikBrankas Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto Dibobol, Uang Operasional Rp 1 Miliar RaibBadan Gizi Nasional Perbaiki Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026