Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Tragedi Selat Hormuz, Saat Rudal Militer AS Tembak Jatuh Pesawat Penumpang Iran Air 655

Bambang HandayaniDiterbitkan 9 Agu 2026 - 16.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tragedi Selat Hormuz, Saat Rudal Militer AS Tembak Jatuh Pesawat Penumpang Iran Air 655
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz mencapai titik paling mematikan pada 3 Juli 1988. Sebuah keputusan cepat yang diambil di tengah situasi genting berakhir dengan tragedi kemanusiaan besar ketika militer Amerika Serikat menembak jatuh pesawat komersial Iran Air Penerbangan 655. Peristiwa memilukan ini merenggut nyawa seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 290 orang. Insiden tersebut memicu perdebatan sengit mengenai tanggung jawab militer di zona konflik dan batas-batas pembelaan diri.

Pesawat yang menjadi korban dalam peristiwa ini adalah sebuah Airbus A300 yang sedang menempuh rute penerbangan dari Teheran menuju Dubai. Berbeda dengan klaim awal yang berkembang di lapangan, Iran Air Penerbangan 655 sebenarnya mengudara di dalam jalur udara sipil yang telah ditentukan, bukan di dalam zona pertempuran aktif. Namun, keberadaan pesawat sipil ini terdeteksi oleh radar kapal perang milik militer Amerika Serikat, USS Vincennes, yang kala itu sedang bertugas di kawasan perairan tersebut.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Di bawah komando Kapten William C. Rogers III, awak kapal USS Vincennes mendeteksi sebuah titik misterius di layar radar mereka pada pukul 10.17 waktu setempat. Sang kapten meyakini bahwa titik yang bergerak tersebut merupakan jet tempur F-14 milik militer Iran yang berpotensi menebar ancaman. Ketegangan yang meningkat dengan cepat di ruang kendali kapal perang berujung pada keputusan fatal. Tepat pada pukul 10.24 waktu setempat, sebuah rudal diluncurkan dari USS Vincennes dan langsung menghantam sasaran di udara. Target yang hancur tersebut rupanya bukanlah pesawat tempur musuh, melainkan pesawat penumpang yang mengangkut ratusan warga sipil tanpa senjata.

Baca Juga

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Sikap yang ditunjukkan oleh Pemerintah Amerika Serikat setelah insiden tersebut memicu reaksi keras secara global. Pada awalnya, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon membantah tuduhan bahwa pasukannya telah melakukan kesalahan fatal dalam menembak jatuh pesawat komersial. Namun, seiring berjalannya waktu, pihak Pentagon akhirnya meralat pernyataan mereka dan mengakui adanya salah tembak. Kendati mengakui kekeliruan taktis tersebut, pihak militer Amerika Serikat tetap menolak untuk menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas hilangnya ratusan nyawa warga sipil.

Meskipun menolak meminta maaf, sejumlah pejabat tinggi di Washington menyampaikan penyesalan mereka. Ketua Kepala Staf Gabungan saat itu, Laksamana William J. Crowe Jr., dalam sebuah konferensi pers resmi di Pentagon menyatakan bahwa Pemerintah Amerika Serikat sangat menyesalkan terjadinya insiden tersebut. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat yang menjabat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata kala itu, Ronald Reagan, mengambil posisi yang lebih defensif. Reagan secara terbuka membela tindakan yang diambil oleh awak USS Vincennes dengan menyebut aksi peluncuran rudal tersebut sebagai bentuk pembelaan diri yang sah di tengah situasi penuh tekanan.

Baca Juga

Transmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Simak Syarat dan Ketentuan Diskonnya

Transmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Simak Syarat dan Ketentuan Diskonnya

Perselisihan hukum dan diplomatik yang berlarut-larut antara Iran dan Amerika Serikat akhirnya dibawa ke ranah hukum internasional. Kasus ini baru dinyatakan selesai secara hukum di Mahkamah Internasional pada tahun 1992. Berdasarkan keputusan yang dihasilkan, Amerika Serikat diwajibkan untuk membayar uang ganti rugi sebesar US$ 61,8 juta kepada keluarga dari 290 korban yang tewas dalam tragedi tersebut. Pembayaran kompensasi ini menjadi titik akhir formal dari salah satu insiden salah tembak paling mematikan dalam sejarah penerbangan sipil dunia.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Amerika Serikatselat hormuz

Berita Terbaru Lainnya

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan RupiahTransmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Simak Syarat dan Ketentuan DiskonnyaJenderal AS Mulai Cari Jalan Keluar dari Konflik Iran di Tengah Menipisnya AmunisiTransmart Full Day Sale 9 Agustus 2026 Hadirkan Diskon Kasur hingga 50 Persen Plus 20 PersenTransmart Gelar Full Day Sale 9 Agustus 2026, Harga Sepeda Listrik Mulai Rp 3,6 JutaAmbang Batas Parlemen Pemilu 2029 Dibahas, Hanura Mulai Panaskan Mesin PolitikBrankas Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto Dibobol, Uang Operasional Rp 1 Miliar RaibBadan Gizi Nasional Perbaiki Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026