Kualitas udara di wilayah Kota Palangka Raya dan daerah sekitarnya dilaporkan terus mengalami pemburukan akibat dampak langsung dari kabut asap. Fenomena kabut asap yang semakin pekat ini bersumber dari rentetan kejadian kebakaran hutan dan lahan, atau yang secara umum dikenal dengan sebutan karhutla, yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi lingkungan yang dipenuhi oleh polusi asap ini tidak hanya menurunkan jarak pandang secara drastis, tetapi juga mulai memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap berbagai aktivitas harian warga setempat. Salah satu sektor yang merasakan imbas paling nyata dan langsung dari fenomena lingkungan ini adalah sektor pendidikan, khususnya pada keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di setiap jenjang sekolah yang berlokasi di ibu kota Provinsi








