PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sedang mengkaji pengembangan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Saat ini, armada KRL masih melintas di kawasan Gambir, namun belum melayani aktivitas naik dan turun penumpang di stasiun tersebut. Jalur layang di kawasan Gambir sendiri aktif dilintasi oleh perjalanan Commuter Line relasi Jakarta Kota鈥揃ogor dan Jakarta Kota鈥揘ambo.
Tren Mobilitas KRL dan Aktivitas Stasiun Gambir
Kajian integrasi ini berjalan beriringan dengan peningkatan volume pengguna moda transportasi berbasis rel di wilayah perkotaan. Tercatat, volume perjalanan KRL Jabodetabek tumbuh sebesar 58,11 persen dalam kurun waktu tiga tahun, yakni dari 217.964.892 perjalanan pada 2022 menjadi 344.621.825 perjalanan pada 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan penambahan sebanyak 126.656.933 perjalanan. Dari keseluruhan pergerakan tersebut, lintas Bogor melayani 153.538.393 perjalanan pada 2025, atau menyumbang sekitar 44,55 persen dari total perjalanan KRL Jabodetabek.
Di sisi lain, Stasiun Gambir terus menjalankan fungsi utamanya dalam melayani operasional Kereta Api (KA) Jarak Jauh. Pada periode Januari hingga Juli 2026, stasiun ini mencatatkan aktivitas sebanyak 3.871.579 pelanggan KA Jarak Jauh, yang terbagi atas 1.990.205 pelanggan naik dan 1.881.374 pelanggan turun. Dalam operasional harian, Stasiun Gambir melayani 34 perjalanan KA reguler per hari dengan sekitar 78 aktivitas pemberhentian untuk proses naik dan turun penumpang.
Besok Resmi Ditutup! Ini Penampakan Terakhir Stasiun KRL Karet

Konsep New Gambir dan Jaringan Transit
Pengembangan layanan KRL tersebut dirumuskan melalui kajian konsep New Gambir. Lewat kajian ini, KAI mengarahkan Stasiun Gambir agar berkembang menjadi pusat perjalanan yang memadukan mobilitas, hospitality, leisure, serta nilai tambah bagi kawasan sekitar di pusat Jakarta.
Dalam peta jaringan perkeretaapian Jakarta, pembagian fungsi stasiun tetap dijalankan secara terintegrasi. Stasiun Manggarai memegang peranan sebagai pusat perpindahan antarlintas perjalanan kereta, sedangkan Stasiun Gambir dikembangkan sebagai gerbang KA Jarak Jauh di pusat Jakarta sekaligus memperkuat aksesibilitas menuju berbagai kawasan strategis.
Gempa NTT, Telkom Akses Gercep Turunkan 150 Teknisi, Layanan Siaga 24 Jam

Kendati rencana ini terus dikaji secara mendalam, KAI menyampaikan bahwa potensi operasional layanan KRL di Stasiun Gambir masih menjadi bagian dari proses pengembangan bertahap, sehingga waktu pasti pengoperasiannya belum dapat ditentukan.






