Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengerahkan puluhan tenaga konselor guna mempercepat pemulihan kondisi psikologis warga terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores.
Kapolda NTT Irjen Pol. Budi Darmoko menyampaikan bahwa tim layanan psikososial tersebut telah disebar ke tujuh kabupaten terdampak di Flores. Pengerahan ini difokuskan untuk meredakan trauma masyarakat, khususnya kelompok rentan di lokasi-lokasi pengungsian.
"Semua ada 63 orang konselor yang membantu trauma healing," ujar Budi.
Menkes Ungkap Kendala Tangani Korban Gempa NTT, Banyak Warga Pilih Tradisional

Tim gabungan trauma healing tersebut terdiri dari personel Polda NTT yang diperkuat oleh tim Biro Psikologi SSDM Mabes Polri serta perbantuan dari sejumlah Polda jajaran.
Akses Wilayah dan Penyaluran Bantuan
Selain pendampingan psikologis, kepolisian memprioritaskan pemulihan jalur distribusi logistik ke wilayah-wilayah sulit. Polda NTT telah mengerahkan alat berat dan berhasil membuka akses ke tiga wilayah yang sempat terisolasi akibat reruntuhan gempa dan longsor di Flores.
Untuk desa-desa terpencil yang belum dapat dilalui kendaraan darat, distribusi logistik dilakukan menggunakan jalur udara dengan helikopter. Di Kabupaten Ngada, Polri menerbangkan pesawat Casa 212 untuk mengangkut delapan unit tenda penampungan darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
65 Orang Ditangkap Jelang Demo 27 Agustus, Ada Pelajar dan Mahasiswa

Jalur laut turut dimaksimalkan melalui armada kapal Ditpolairud Polda NTT untuk menyalurkan bantuan ke berbagai pulau di Manggarai Barat dan sekitarnya. Sejak hari kedua pascagempa, bantuan dari Presiden Prabowo Subianto telah didistribusikan ke Pulau Palue, disusul penyaluran lanjutan sebanyak 15 ton logistik.
Penanganan darurat di lapangan diperkuat oleh berbagai pihak. Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) BNPB mencatat sebanyak 2.158 ton bantuan kedaruratan telah masuk untuk menyokong kebutuhan para korban. Di samping itu, TelkomGroup menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1,3 miliar, serta Baznas RI menyiapkan 1.000 beasiswa pendidikan bagi mahasiswa asal NTT yang keluarganya terdampak gempa.






