Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (26/8) guna meninjau langsung proses penanggulangan bencana gempa bumi sekaligus memastikan percepatan distribusi bantuan logistik dan medis berjalan tepat sasaran ke seluruh warga terdampak.
Berdasarkan data penanganan bencana periode 15 hingga 24 Agustus 2026, pemerintah telah menyalurkan sebanyak 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, dan 10,29 ton air mineral ke berbagai titik pengungsian. Distribusi logistik tersebut didukung pengiriman obat-obatan, tenda, selimut, matras, perangkat komunikasi, serta dua set fasilitas rumah sakit lapangan untuk mengantisipasi keterbatasan sarana darat.
Kementerian ESDM Siapkan 48 Genset untuk Tenda Puskesmas di Wilayah Gempa NTT

Pelayanan medis darurat bagi para korban gempa diperkuat melalui pengerahan armada laut dan optimalisasi rumah sakit daerah. TNI Angkatan Laut menyiagakan kapal rumah sakit KRI Soeharso-990 yang bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai. Pada saat bersamaan, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga beroperasi memberikan layanan kesehatan terapung di perairan Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur. Untuk fasilitas darat, RSUD Ruteng di Kabupaten Manggarai difokuskan menangani tindakan bedah dan telah menyelesaikan 29 operasi, sementara RSUD Aeramo di Kabupaten Nagekeo aktif melayani penanganan kegawatdaruratan serta operasi medis korban gempa.
Dalam rapat koordinasi di Posko Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Presiden Prabowo mengumumkan alokasi anggaran penanganan gempa senilai Rp200 miliar. Bantuan dana tersebut dialokasikan sebesar Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT, sedangkan Rp160 miliar sisanya dibagi rata masing-masing Rp20 miliar kepada delapan pemerintah kabupaten terdampak di Pulau Flores, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.
Gempa Flores Rusak 54 Fasilitas Polri, Anggota masih Mengungsi

Kepala BNPB Letjen Suharyanto memastikan seluruh alokasi dana bantuan tersebut sudah diterima jajaran pemerintah daerah dan penggunaannya diawasi secara ketat khusus untuk kebutuhan tanggap darurat serta penanganan korban bencana. Atas langkah percepatan tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas respons cepat dan bantuan yang diberikan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.






