Polda Nusa Tenggara Timur mencatat puluhan fasilitas dan asrama kepolisian mengalami kerusakan akibat rentetan dampak gempa di wilayah Pulau Flores. Hingga kini, sejumlah personel bersama keluarga masih harus bertahan di lokasi pengungsian karena hunian dinas yang mereka tempati mengalami retakan serius.
Berdasarkan data Polda NTT, tercatat sedikitnya 54 unit asrama polisi mengalami kerusakan fisik, dengan rincian 42 unit rusak ringan dan 12 unit rusak berat. Kerusakan infrastruktur kepolisian ini tersebar di tujuh kabupaten terdampak di daratan Flores.
Selain bangunan asrama, guncangan gempa merusak sejumlah kantor operasional. Kerusakan tercatat melanda sembilan kepolisian sektor (polsek) dengan rincian delapan rusak ringan dan satu rusak berat. Pada tingkat kepolisian resor (polres), empat kantor dilaporkan rusak ringan dan dua rusak berat. Sementara itu, empat pospol atau polsubsektor turut terdampak, meliputi tiga unit rusak ringan dan satu rusak berat.
Baznas Salurkan 500 Paket Logistik untuk Korban Gempa NTT

Kapolda NTT Irjen Budi Darmoko meninjau langsung kondisi rumah susun anggota di Polres Manggarai Barat pada Kamis (27/8). Sejumlah personel beserta keluarga belum berani kembali menempati rusun tersebut mengingat retakan bangunan menjangkau hingga lantai tiga. Kendati kerusakan bangunan cukup masif, tidak ada laporan anggota Polri yang mengalami cedera atau luka akibat gempa.
Penanganan Kerusakan dan Bantuan
Untuk menangani dampak gempa terhadap operasional aparat, Kapolri telah menyalurkan bantuan khusus guna perbaikan rumah personel yang terdampak. Jajaran kapolres di wilayah yang mengalami kerusakan diinstruksikan menuntaskan inventarisasi kerusakan asrama, polsek, hingga pospol pada pekan ini.
Aan Pembunuh Sekeluarga di Palu Jalani Prarekonstruksi Usai Ditangkap

Fasilitas dinas yang masuk dalam kriteria rusak ringan diprioritaskan untuk penanganan perbaikan sesegera mungkin. Adapun kerusakan kategori berat akan diajukan perbaikannya ke Mabes Polri.
Di samping penanganan internal, distribusi logistik kemanusiaan terus digencarkan. Polda NTT mengerahkan armada kapal patroli Ditpolairud guna mengangkut bantuan menuju masyarakat di sejumlah pulau terpencil di kawasan Manggarai Barat. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 ini secara keseluruhan menyebabkan 77.912 rumah warga rusak di tujuh kabupaten di NTT.






