Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang yang diduga hendak menyusup ke dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa mereka yang diamankan terbukti terafiliasi dengan kelompok anarko yang kerap memicu kericuhan saat aksi demonstrasi berlangsung.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan, sebanyak 63 orang ditangkap di sebuah lokasi yang dijadikan titik kumpul di kawasan Jakarta Timur pada Rabu (26/8/2026). Sementara itu, dua orang lainnya berinisial R dan Z ditangkap serta ditahan secara terpisah oleh penyidik Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 63 orang tersebut, penyidik membaginya ke dalam dua peran, yaitu 10 orang masuk dalam klaster pembiayaan dan 53 orang merupakan klaster pelaksana. Mayoritas dari mereka berada pada rentang usia mahasiswa dan pelajar SMA yang berasal dari Bandung, Bogor, Bekasi, Depok, hingga Tangerang.
Menkopolkam Sebut Sejumlah Orang Ditangkap Jelang Demo di DPR

Kepolisian menegaskan penindakan ini merupakan langkah preventive strike untuk mencegah barang-barang berbahaya dimanfaatkan guna menunggangi aksi unjuk rasa dan menimbulkan gangguan keamanan publik.
Dalam operasi tersebut, aparat menyita sejumlah barang bukti berbahaya, di antaranya 39 pucuk senjata tajam, 2 pucuk airsoft gun beserta 1 tabung gas dan 25 gram gotri, 3 buah stik golf, 7 jeriken bensin, serta 201 botol kaca lengkap dengan sumbu. Polisi turut mengamankan 11 tas ransel yang diduga disiapkan untuk membawa bom molotov, 1 unit pelantang suara, 1 kaleng cat semprot, 4 strip Tramadol, 2 strip Diazepam, dan 4 buah spanduk.
77.912 Rumah Rusak akibat Gempa NTT, BNPB Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Salah satu spanduk yang disita bertuliskan Charity for NTT. Polisi kini menelusuri rekening para pelaku terkait aliran dana dari uang pribadi, pihak ketiga, maupun donasi terbuka (open donasi). Dari hasil penyelidikan awal, kepolisian menemukan indikasi penggalangan dana berkedok kegiatan sosial yang disalahgunakan untuk membeli bahan baku bom molotov dan senjata tajam.






