Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan 48 unit generator set (genset) guna menopang pasokan listrik fasilitas kesehatan di tujuh kabupaten terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasokan listrik darurat ini difokuskan pada tenda-tenda pelayanan medis darurat yang saat ini belum memiliki sumber daya mandiri.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi pengiriman perangkat tersebut setelah meninjau langsung kondisi masyarakat di wilayah bencana. Keberadaan aliran listrik dinilai mendesak untuk menjaga kelancaran tindakan medis darurat bagi warga yang terluka maupun yang membutuhkan perawatan rutin.
"Kementerian ESDM akan kirim 48 genset untuk tenda-tenda puskesmas untuk pengobatan, dan mereka tidak ada genset," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis pada Kamis (27/8).
Gempa Flores Rusak 54 Fasilitas Polri, Anggota masih Mengungsi

Posko Darurat dan Penanganan Terpadu
Selain memasok genset, Kementerian ESDM bersama para pelaku usaha sektor energi dan sumber daya mineral telah mendirikan sekitar 30 posko tanggap darurat di titik-titik terdampak. Gerak terpadu ini berjalan di bawah payung program ESDM Siaga Bencana yang telah digulirkan sejak 16 Agustus 2026.
Melalui posko tersebut, personel dikerahkan untuk membantu rangkaian operasi tanggap darurat, mulai dari pencarian dan pertolongan (SAR), layanan kesehatan warga, hingga penyaluran kebutuhan logistik pengungsi. Kerusakan pada fasilitas publik sebelumnya terpantau di sejumlah titik, salah satunya Puskesmas Dampek di Kabupaten Manggarai Timur yang sempat disisir oleh personel Basarnas dan SAR Polri pada Selasa (18/8/2026).
Baznas Salurkan 500 Paket Logistik untuk Korban Gempa NTT

Langkah penanganan pascagempa di NTT juga mendapat perhatian langsung dari pimpinan negara. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meninjau posko pengungsian warga di Lapangan Bhayangkari Mbai, Kabupaten Nagekeo, pada Rabu (26/8/2026) guna memastikan percepatan penanganan korban dan distribusi bantuan di lapangan terus berjalan.






