Sebanyak 172 pendaki yang tengah beraktivitas di jalur pendakian Gunung Semeru dievakuasi turun menyusul peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Blok Ranu Kembang. Para pendaki yang sebelumnya berada di kawasan Pos Ranu Kumbolo dipulangkan kembali menuju Pos Ranupane.
Ratusan pendaki tersebut telah mendirikan tenda dan beraktivitas di Ranu Kumbolo sejak Rabu (26/8/2026). Namun, kemunculan titik api di Blok Ranu Kembang memaksa otoritas pengelola mengambil tindakan cepat untuk mengosongkan jalur demi keselamatan dan mencegah risiko yang tidak diinginkan.
Sepanjang 2026, Ada 194 Kasus Kebakaran di Makassar 28 Jiwa Meninggal

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengonfirmasi bahwa seluruh pendaki yang berada di pos tersebut dipandu turun sejak Kamis (27/8/2026) pagi. Evakuasi pencegahan tetap diterapkan meski jarak antara Ranu Kumbolo dan Blok Ranu Kembang relatif cukup jauh.
Proses pemulangan para pendaki dilakukan secara terkoordinasi oleh petugas Balai Besar TNBTS bersama tim Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST). Sebagian besar pendaki dilaporkan sudah tiba di Pos Ranupane dalam kondisi terpantau aman.
Kesaksian Warga Lihat Kebakaran di Kebon Melati, Diduga dari Korsleting

Saat rombongan pendaki bergerak turun meninggalkan jalur, tim gabungan di lapangan masih melanjutkan upaya pemadaman dan penyekatan kobaran api di Blok Ranu Kembang hingga Kamis siang.






