Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar mencatat sebanyak 194 peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kota Makassar sepanjang tahun 2026 hingga Agustus. Rentetan bencana kebakaran tersebut merenggut 28 korban jiwa serta mengakibatkan 14 orang lainnya mengalami luka-luka.
Selain menimbulkan korban jiwa, dampak kebakaran tercatat menimpa 1.645 jiwa yang kehilangan tempat tinggal maupun tempat mata pencaharian. Total luas area yang terdampak kobaran api mencapai 12.928 meter persegi. Kerugian materiil yang ditimbulkan ditaksir melampaui Rp11 miliar, mencakup kerusakan pada bangunan rumah tinggal, ruko atau toko, gudang, hingga fasilitas umum.
Berdasarkan klasifikasi objek yang terbakar, sektor pemukiman warga masih mendominasi seluruh insiden yang dilaporkan. Data lapangan Dinas Pemadam Kebakaran mengindikasikan bahwa korsleting listrik dan kelalaian dalam penggunaan kompor atau tabung gas tetap menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran di lapangan.
Ledakan Tewaskan Nelayan di Pandeglang, Puslabfor Selidiki Dugaan Bom Ikan

Lonjakan kasus kebakaran di Makassar pada tahun 2026 paling banyak terkonsentrasi pada pertengahan tahun, dengan puncak kejadian tercatat pada bulan Juli sebanyak 47 kasus dan Agustus sebanyak 44 kasus.
Secara kumulatif, jumlah 194 kejadian pada 2026 menunjukkan penurunan sebesar 25 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Catatan historis pemadam kebakaran menunjukkan tren fluktuatif: 138 insiden pada 2021, 151 kasus pada 2022, lalu melonjak drastis menjadi 395 peristiwa pada 2023. Angka tersebut berangsur menurun menjadi 303 kasus pada 2024 dan 258 kasus pada 2025.
Kabut Asap, Pekanbaru Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Karhutla

Menindaklanjuti tingginya angka korban dan kerugian fisik tersebut, Pemerintah Kota Makassar merencanakan penguatan program deteksi dini bahaya api serta pelaksanaan simulasi tanggap darurat secara berkala di kawasan padat penduduk.






