Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini bertambah menjadi 111 orang. Pembaruan data ini menyusul adanya laporan penambahan enam korban jiwa baru di lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan menyampaikan bahwa enam korban yang baru terdata tersebut merupakan korban tidak langsung dari kejadian gempa.
"Saat ini tambah enam orang korban meninggal, menjadi jumlah total ada 111 jiwa," kata Berton dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (27/8/2026).
Purbaya Buka Suara Soal Pejabat Bea Cukai Ditangkap KPK

Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi
Di samping pembaruan data korban jiwa, BNPB mencatat aktivitas seismik di kawasan NTT masih sangat aktif pascagempa utama. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 8.193 kali gempa susulan melanda wilayah tersebut.
Dari total ribuan gempa susulan yang terdeteksi, sebanyak 146 gempa dilaporkan dapat dirasakan oleh masyarakat setempat. Rentang kekuatan gempa susulan tersebut berkisar antara magnitudo M 1,0 untuk yang terkecil hingga M 6,2 untuk yang terbesar.
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Plastik PT Batik Building Material di Serang

Berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa utama yang berkekuatan magnitudo M 7,7 tergolong berskala besar. Karakteristik gempa sebesar itu membuat rangkaian gempa susulan diproyeksikan masih dapat berlangsung hingga minggu ketiga hingga minggu keempat sejak gempa utama melanda.






