Sebanyak 54 unit fasilitas asrama dan rumah susun (rusun) Polri tercatat mengalami kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur. Kerusakan ini memaksa sejumlah personel kepolisian beserta keluarga di Kabupaten Manggarai Barat ikut mengungsi di tenda-tenda darurat halaman asrama, di tengah tugas mereka membantu evakuasi dan pemulihan warga terdampak.
Kondisi tersebut ditinjau langsung oleh Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko bersama Wakapolda NTT Brigjen Pol Faizal dan Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang di Labuan Bajo pada Kamis (27/8). Rusun Asrama Polres Manggarai Barat yang menjadi hunian para personel mengalami keretakan struktur bangunan hingga lantai tiga.
Berdasarkan data sementara Polda NTT, kerusakan fasilitas kepolisian mencakup 54 unit asrama dan rusun dengan rincian 42 unit rusak ringan serta 12 unit rusak berat. Gempa juga merusak sembilan kantor polsek (delapan rusak ringan, satu rusak berat) dan empat unit polsubsektor atau pospol (tiga rusak ringan, satu rusak berat). Polda NTT memastikan tidak ada personel Polri yang dilaporkan meninggal dunia atau mengalami luka-luka.
Menkes Ungkap Kendala Tangani Korban Gempa NTT, Banyak Warga Pilih Tradisional

Meski tempat tinggal mereka terdampak, jajaran kepolisian tetap menjalankan operasi penanganan bencana. Memasuki hari ke-12 pascagempa, sebanyak 63 konselor gabungan dari Biro Psikologi SSDM Mabes Polri dan Polda NTT diterjunkan untuk memberikan layanan trauma healing di tujuh kabupaten. Tim medis gabungan dari Pusdokkes Mabes Polri, Biddokkes Polda NTT, dan Dinas Kesehatan setempat juga bersiaga menangani gangguan kesehatan para pengungsi, di mana infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) menjadi keluhan terbanyak.
Distribusi logistik terus diperluas lewat jalur darat, laut menggunakan kapal patroli Ditpolairud Polda NTT, hingga jalur udara memakai pesawat dan helikopter dinas. Sekitar 15 ton bantuan makanan, obat-obatan, dan pakaian telah disalurkan ke wilayah terpencil seperti Pulau Palue di Kabupaten Sikka, dibarengi penguatan layanan dukungan psikososial oleh Kementerian Sosial.
65 Orang Ditangkap Jelang Demo 27 Agustus, Ada Pelajar dan Mahasiswa

Hingga Kamis (27/8) sore, total korban meninggal dunia akibat gempa bumi di NTT telah mencapai 111 orang, bertambah dari laporan BNPB per 25 Agustus yang mencatat 103 korban jiwa. Presiden Prabowo Subianto juga sempat mengunjungi posko pengungsian di Lapangan Berdikari, Nagekeo, guna meninjau langsung penanganan kedaruratan bagi para penyintas.






