Jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengumpulkan dana swadaya sebesar Rp 12,68 miliar dari iuran para anggotanya untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dilaporkan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8).
Listyo Sigit menjelaskan, dana yang terkumpul secara gotong royong itu diserahkan melalui Kapolda NTT guna mempercepat pemenuhan kebutuhan penanganan korban dan operasional di wilayah bencana.
Prabowo Cek Posko Pengungsi Korban Gempa NTT

Selain menghimpun donasi materi, Polri mendirikan 20 posko tanggap darurat, 9 posko kesehatan, serta 9 posko layanan pendampingan psikososial atau trauma healing. Di lapangan, kepolisian juga menurunkan 45 unit tenda, 10 unit instalasi pengolahan air bersih (water treatment), dan 7 unit kendaraan dapur darurat. Posko cadangan disiagakan di sejumlah Kepolisian Resor (Polres) terdampak untuk mengantisipasi dinamika situasi.
Dukcapil Jemput Bola Pulihkan Dokumen 3.055 Warga Korban Gempa

Untuk pasokan bantuan konsumsi dan kebutuhan pokok, Polri menghimpun logistik seberat kurang lebih 284,54 ton dari Mabes Polri serta Polda jajaran guna ditempatkan di posko-posko penunjang. Langkah percepatan ini melengkapi penanganan dari instansi lain, termasuk Kementerian Sosial yang sebelumnya mendirikan tiga titik dapur umum dan menyalurkan ribuan paket logistik di Manggarai Timur.






