Kementerian Kehutanan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 46 kasus karhutla kini tengah diproses hukum, mencakup 15 korporasi dan 31 perorangan di berbagai wilayah.
Dari total perkara yang ditangani, dua kasus telah dinyatakan lengkap atau P21, sedangkan sisanya masih berjalan pada tahap penyelidikan serta penyidikan. Selain proses pidana yang sedang berjalan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan telah membekukan izin usaha milik 26 perusahaan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pembekuan izin usaha merupakan sanksi administratif yang mengikat. Perusahaan yang dijatuhi sanksi diwajibkan menjalankan pemulihan lingkungan untuk memperbaiki kerusakan ekosistem di area konsesi mereka. Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi tindak pidana oleh korporasi, penanganan perkara akan dilanjutkan ke ranah pidana bekerja sama dengan pihak kepolisian.
Pria di Bogor Ditangkap Terkait Kasus Pelecehan Anak, Korban Capai 18 Orang

Penegakan hukum ini menjadi bagian dari lima langkah terpadu pemerintah dalam menanggulangi karhutla. Empat strategi lainnya meliputi operasi modifikasi cuaca (OMC), pengeboman air (water bombing), penguatan satuan tugas darat, serta pelibatan aktif masyarakat. Menteri Kehutanan juga melarang keras seluruh korporasi maupun masyarakat membuka lahan dengan cara membakar.
Pemerintah kini memusatkan penebalan pasukan di enam provinsi paling rawan, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Sekitar 5.000 pegawai Kementerian Kehutanan, khususnya Polisi Kehutanan, diterjunkan langsung ke daerah-daerah tersebut.
Kembang Api untuk Show Meledak Saat Dihias, 2 Bangunan di Bali Terbakar

Langkah mitigasi darat turut diperkuat oleh personel TNI dan Polri mengingat fenomena El Nino kuat diperkirakan masih bertahan sekitar 1,5 bulan ke depan. Potensi hujan alami yang sebelumnya diprediksi turun pada awal Oktober diperkirakan baru akan tiba pada akhir Oktober atau awal November.






