Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Kasus Temuan 996 Senjata di Sekolah, Kuasa Hukum Bantah Adanya Ekskul Menembak

Bambang HandayaniDiterbitkan 10 Agu 2026 - 04.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kasus Temuan 996 Senjata di Sekolah, Kuasa Hukum Bantah Adanya Ekskul Menembak
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Temuan mengejutkan mengenai adanya 996 pucuk senjata di lingkungan sekolah Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHI-PP) terus menjadi sorotan publik. Menanggapi situasi yang berkembang tersebut, kuasa hukum YHI-PP, Hermawanto, memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan berbagai informasi yang beredar di masyarakat. Salah satu poin penting yang ditegaskan oleh Hermawanto adalah bantahan keras terhadap klaim yang menyebutkan bahwa sekolah tersebut pernah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler menembak bagi para siswanya.

Hermawanto menegaskan bahwa sejak pertama kali sekolah di bawah naungan Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang didirikan, pihak sekolah tidak pernah mengadakan atau memfasilitasi kegiatan ekstrakurikuler menembak dalam bentuk apa pun. Penolakan terhadap klaim tersebut didasarkan pada kondisi fisik lingkungan sekolah itu sendiri. Menurut penjelasan Hermawanto, seluruh area sekolah merupakan ruang terbuka yang biasa digunakan sebagai tempat bermain bagi anak-anak. Dengan karakteristik area terbuka seperti itu, lingkungan sekolah dinilai sangat tidak aman dan tidak layak untuk dijadikan tempat aktivitas menembak yang berbahaya.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Kasus ini pertama kali mencuat setelah kepengurusan baru YHI-PP melakukan penelusuran dan mengungkap fakta mengejutkan tentang penyalahgunaan fasilitas pendidikan. Pengurus baru menemukan bukti bahwa area sekolah telah dialihfungsikan secara ilegal menjadi gudang penyimpanan senjata serta tempat penyimpanan narkoba. Dalam pemeriksaan di lokasi, ditemukan sebanyak 995 pucuk senjata jenis pistol, satu pucuk senjata api laras panjang, serta peralatan yang digunakan untuk membuat peluru. Selain tumpukan senjata api, petugas juga menemukan barang bukti lain di area sekolah berupa dua linting ganja, narkoba, alat isap atau bong, serta 25 keping video porno.

Baca Juga

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Panen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El Nino

Menanggapi adanya klaim bahwa keberadaan ratusan senjata tersebut telah mendapatkan izin dari pihak internal yayasan, Hermawanto secara tegas membantahnya. Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa penyimpanan senjata tersebut telah mengantongi izin dari Ketua Pembina Yayasan, Letjen TNI (Purn) H. KPH Soerjo Wirjohadipoetro, yang akrab dipanggil Pak Soerjo. Namun, Hermawanto membantah klaim tersebut dengan membeberkan fakta riwayat kesehatan Pak Soerjo yang tidak memungkinkan untuk memberikan keputusan atau izin operasional semacam itu.

Berdasarkan data medis dan catatan keluarga, Pak Soerjo telah mengalami sakit keras dan harus menggunakan kursi roda untuk beraktivitas sejak tahun 2018. Kondisi kesehatan mantan perwira tinggi militer tersebut dilaporkan semakin menurun secara signifikan pada tahun 2020. Setelah berjuang melawan sakitnya, Pak Soerjo akhirnya meninggal dunia pada tahun 2022 dalam usia 105 tahun. Dengan kondisi fisik yang terus merosot sejak tahun 2018 hingga akhir hayatnya, klaim bahwa beliau memberikan izin penyimpanan senjata di sekolah dipastikan tidak benar.

Di sisi lain, kehadiran pengurus baru di tubuh Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang saat ini membawa misi penting untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Langkah pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari upaya pengurus baru untuk mengembalikan marwah dan tujuan awal dari pendirian yayasan tersebut. Hermawanto juga membantah adanya isu konflik kepentingan di antara para pendiri yayasan yang dituduhkan oleh pihak-pihak tertentu. Masalah yang dihadapi yayasan saat ini murni bersumber dari intervensi pihak luar.

Baca Juga

BP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program Streamlining

BP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program Streamlining

Secara khusus, Hermawanto menunjuk keterlibatan seseorang berinisial IWD dalam kekisruhan ini. Ia menegaskan bahwa IWD sama sekali bukan merupakan ahli waris dari pendiri yayasan. Sebaliknya, IWD adalah pihak luar yang kemudian masuk ke dalam lingkungan yayasan dan diduga kuat berusaha menguasai serta mengambil alih kendali lembaga tersebut untuk kepentingan pribadinya. Hermawanto menduga bahwa IWD telah merancang rencana secara terstruktur dan sistematis untuk menguasai yayasan demi keuntungan pribadi serta keluarganya sendiri.

Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya indikasi penyalahgunaan wewenang dan fasilitas keuangan yayasan. Hermawanto mencurigai bahwa alih fungsi lahan sekolah menjadi gudang penyimpanan senjata memiliki keterkaitan erat dengan perusahaan milik IWD. Selain kasus senjata, pihak yayasan juga mengendus adanya dugaan penyalahgunaan dana melalui pengajuan pinjaman kredit bank atas nama yayasan. Dana pinjaman dari bank tersebut diduga tidak digunakan untuk kepentingan sekolah, melainkan dialihkan untuk membangun lapangan padel yang pengelolaannya dipegang langsung oleh keluarga IWD.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

HukumPondok PinangSenjata Api

Berita Terbaru Lainnya

Mekanisme Pemilihan dan Kandidat Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoPanen Kelapa Sawit di Sumatra dan Kalimantan Terganggu Kelangkaan Bahan Bakar dan El NinoBP BUMN dan Danantara Pangkas 652 Perusahaan BUMN Melalui Program StreamliningKebakaran Hanguskan 96 Kios di Pasar Jagong Jeget Aceh TengahProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanKebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Publik Diminta Tunggu Hasil Investigasi Resmi KNKTBrimob Polda Metro Jaya Bantu Tangani Kebakaran Gudang di Kosambi TangerangPenemuan Kuburan Bayi Laki-laki di Pekarangan Rumah Warga Mojokerto

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

Nasional

Tantangan Industri Alat Kesehatan Lokal di Tengah Tekanan Biaya Impor dan Pelemahan Rupiah

9 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026