Kebakaran hebat melanda Kawasan Pergudangan Kosambi Permai, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (16/9). Hingga tujuh jam berselang sejak api pertama kali berkobar sekitar pukul 12.00 WIB, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan titik api yang belum padam sepenuhnya hingga pukul 19.00 WIB.
Sebanyak 26 unit gudang dilaporkan terdampak amukan si jago merah. Komandan Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Kosambi BPBD Kabupaten Tangerang, Husni, menyampaikan bahwa kondisi api masih aktif berkobar di bagian depan kompleks pergudangan, sedangkan bagian belakang sudah mulai terkendali.
"Yang masih merah itu di bagian depan, untuk yang bagian belakang sedang dalam proses pendinginan dan sudah ada yang padam," ujar Husni.
Sebulan usai Gempa NTT, 94 Orang Tewas di Pengungsian

Upaya penjinakan api di lapangan menghadapi sejumlah tantangan berat. Petugas terkendala oleh minimnya ketersediaan sumber air di dekat lokasi kejadian, sehingga armada pemadam harus mengambil air dari sungai kecil yang berjarak sekitar 1 kilometer. Kondisi tersebut diperparah oleh banyaknya material mudah terbakar yang tersimpan di dalam bangunan, termasuk busa kasur pegas (spring bed).
Sebanyak 12 unit armada gabungan dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat penanganan. Armada pemadam ini merupakan perpaduan unit dari BPBD Kabupaten Tangerang, Damkar DKI Jakarta, Brimob Polri, Koramil TNI, dan pihak PIK. Husni memperkirakan terdapat sekitar 50 personel gabungan yang diterjunkan dalam operasi pemadaman tersebut.
Pria Hendak Perkosa Wanita di Bogor Ditangkap, Ancam Korban Pakai Golok

Berdasarkan keterangan awal dari BPBD, insiden kebakaran ini diduga dipicu oleh korsleting listrik pada salah satu gudang penyimpanan spring bed. Walau demikian, penyebab pasti dari peristiwa tersebut masih menunggu penyelidikan resmi dari pihak kepolisian dan instansi terkait.






