Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanNewsPopuler
Beranda/Nasional

Kebakaran Bromo Berulang, Saatnya Merombak Strategi Konservasi

Yolanda TobanDiterbitkan 12 Agu 2026 - 06.03 · 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kebakaran Bromo Berulang, Saatnya Merombak Strategi Konservasi
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Mengapa kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus-menerus dilanda kebakaran setiap tahun, dan mengapa langkah pencegahan yang ada seolah belum sanggup menghentikan siklus berulang ini? Jawabannya merujuk pada kombinasi kelalaian manusia, tantangan geografis, hingga strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih bertumpu pada tindakan responsif daripada pencegahan sistematis. Hingga Senin (10/8/2026) malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat sedikitnya 742,70 hektare kawasan TNBTS hangus dilalap api. Peristiwa teranyar ini bermula sejak Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di Blok Bantengan dan kembali menghentikan aktivitas di destinasi wisata tersebut.

Bencana api di kawasan Bromo bukanlah kejadian baru. Catatan historis menunjukkan jejak kerusakan yang terus berulang. Pada 2017, kebakaran melahap lahan seluas 76 hektare yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang, Probolinggo, dan Pasuruan. Titik api kembali muncul pada 2021 di area Lundan Abang dan Pondok Kawat, disusul insiden 2022 yang menghanguskan sekitar 10 hektare hutan di bawah objek wisata B29, Lumajang, akibat sisa pembakaran yang belum padam sempurna. Kerusakan cukup parah terjadi pada September 2023 di Blok Savana Watangan atau Bukit Teletubbies akibat penggunaan suar saat foto prapernikahan. Insiden 2023 tersebut merusak sedikitnya 504 hektare vegetasi—dengan akumulasi titik kebakaran mencapai 989 hektare—dan memaksa penutupan penuh kawasan selama 13 hari. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memperkirakan potensi kerugian pariwisata mencapai Rp89,7 miliar. Selain itu, kebakaran merusak 11.600 meter pipa air bersih warga di empat desa, serta memerlukan biaya pemulihan ekosistem hingga Rp3,5 miliar dalam kurun tiga hingga lima tahun.

Baca Juga

Fakta di Balik Dampak Fast Charging Terhadap Battery Health Ponsel

Fakta di Balik Dampak Fast Charging Terhadap Battery Health Ponsel

Terkait insiden Agustus 2026, Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyampaikan dalam keterangan resmi pada Jumat (7/8/2026) bahwa titik awal api muncul di puncak Tebing Bantengan. Jalur tersebut merupakan perlintasan tradisional yang menghubungkan Desa Arjosari dan Ranu Pani yang biasa digunakan warga setempat. Berdasarkan pergerakan api dari punggungan Bantengan ke arah Argosari, pihak pengelola menyimpulkan bahwa pemicu utama berasal dari aktivitas manusia, bukan peristiwa alamiah. Besarnya eskalasi kebakaran membuat Balai Besar TNBTS menutup total seluruh akses wisata Bromo dari empat pintu masuk di Probolinggo, Lumajang, Pasuruan, dan Malang sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kemudian menginstruksikan pengerahan sumber daya lintas sektor untuk memadamkan api. Prasetyo menyatakan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (10/8/2026), bahwa pemerintah berkoordinasi dengan BMKG untuk merancang operasi modifikasi cuaca (OMC), walaupun keterbatasan teknis membuat operasi ini tidak dapat diterapkan di seluruh wilayah.

Kebakaran berulang ini memicu sorotan dari para pakar kehutanan dan aktivis lingkungan mengenai efektivitas manajemen konservasi saat ini. Manajer Kampanye Hutan dan Kebun WALHI Uli Artha Siagian menilai El Nino hanya berfungsi sebagai pemantik, sedangkan krisis iklim yang diperparah eksploitasi sumber daya alam merupakan akar masalah sebenarnya. Di sisi operasional, pakar kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Bambang Hero Saharjo menggarisbawahi bahwa peralatan pemadaman yang ada saat ini masih jauh dari kata layak untuk menghadapi medan Bromo yang berat. Bambang merekomendasikan pengetatan akses keluar-masuk pengunjung untuk memastikan tidak ada aktivitas ilegal, penggunaan drone untuk patroli darat, penambahan personel pemadam, dan peningkatan ketersediaan air secara permanen di titik-titik rawan.

Baca Juga

Regulasi dan Prospek Komersial di Balik Pembangunan Bandara VVIP IKN Nusantara

Regulasi dan Prospek Komersial di Balik Pembangunan Bandara VVIP IKN Nusantara

Evaluasi komprehensif juga menyasar kelemahan sistem pemantauan dan regulasi di tingkat tapak. Peneliti Auriga Nusantara Vicky Soerjono mengingatkan bahwa data satelit dan titik panas (hotspot) yang diandalkan pemerintah memiliki keterbatasan resolusi, sehingga kerap gagal menangkap dinamika penyebaran api secara real-time. Vicky juga mempertanyakan efektivitas penerapan Peraturan Menteri LHK Nomor 32 Tahun 2016 di lapangan. Ia mendorong agar strategi konservasi ke depan mengintegrasikan pengetahuan lokal masyarakat Tengger—seperti pemahaman atas pola angin, perubahan musim, dan karakteristik medan—ke dalam sistem pencegahan nasional. Tanpa integrasi kearifan lokal dan pembenahan infrastruktur di lapangan, ancaman kebakaran diprediksi akan terus berulang di kawasan Bromo.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KonservasiKarhutlaKebakaran BromoTNBTS

Berita Terbaru Lainnya

Destry Damayanti Diajukan Sebagai Calon Tunggal Gubernur Bank IndonesiaFakta di Balik Dampak Fast Charging Terhadap Battery Health PonselRegulasi dan Prospek Komersial di Balik Pembangunan Bandara VVIP IKN NusantaraMenakar Prestasi Tim Bulu Tangkis Indonesia di BWF World Tour dan Kejuaraan AsiaPemerintah Pacu Pembangunan Stadion Berstandar FIFA untuk Dorong Prestasi Timnas IndonesiaAirlangga Dorong UMKM Manfaatkan Program Magang NasionalHarga Minyak Mentah Menguat ke US$84,32 di Tengah Ketidakpastian Selat HormuzTransmart Full Day Sale Hadirkan Diskon Mesin Cuci dan TV hingga Jutaan Rupiah

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya · 1 Agu 2026
  2. 2Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional · 11 Agu 2026
  3. 3Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan · 3 Agu 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi · 25 Jul 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional · 27 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanNews

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap