Perjalanan renovasi stadion sepak bola berstandar FIFA di Indonesia mencatatkan babak penting ketika Presiden Prabowo Subianto meresmikan perbaikan 17 arena olahraga secara simultan di Stadion Gelora Delta, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (17/3/2025). Fasilitas berstandar internasional yang telah diinspeksi oleh FIFA tersebut merupakan capaian dari program pembangunan pada era kepemimpinan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Dalam peresmian itu, Prabowo menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung Tim Nasional Indonesia agar mampu menembus putaran final Piala Dunia.
Prabowo juga menyampaikan kesepakatannya dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir bahwa sepak bola merupakan lambang harga diri bagi sebuah bangsa modern. Ia mencontohkan sejumlah negara di kawasan Afrika yang sanggup melenggang ke Piala Dunia kendati berangkat dari keterbatasan ekonomi dan tidak memiliki lapangan yang ideal. Berdasarkan optimisme tersebut, pemerintah menetapkan target untuk membangun atau menambah 17 hingga 20 stadion berstandar FIFA dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun mendatang.
Destry Damayanti Diajukan Sebagai Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia

Rekam jejak modernisasi arena olahraga di Tanah Air sebelumnya telah terlihat pada proyek Stadion Manahan di Solo. Renovasi fasilitas tersebut menelan anggaran sebesar Rp301 miliar yang bersumber dari APBN 2018 dan 2019. Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengungkap bahwa kapasitas tribun dipasang tepat sebanyak 20.003 tempat duduk tunggal dengan susunan warna merah, kuning, dan biru yang membentuk motif batik kawung. Pimpinan proyek dari PT Adhi Karya, Soni Ariawan, mencatat bahwa arena ini dilengkapi fasilitas umum berupa musala dan toilet di setiap tribun, delapan loket tiket, serta empat pintu masuk utama. Perbaikan infrastruktur di wilayah Solo tersebut juga mencakup Stadion Sriwedari, Banyuanyar, Kota Barat, Sriwaru, dan Stadion Mini.
Penerapan standar teknis internasional kini tidak hanya menyasar stadion utama di kota-kota besar, melainkan mulai merambah fasilitas pendidikan di daerah. Di Kabupaten Jember, pembangunan kawasan Sekolah Rakyat beranggaran Rp221 miliar yang dirancang untuk menampung sekitar 1.000 siswa dari 36 rombongan belajar turut dilengkapi fasilitas lapangan olahraga berstandar FIFA. Project Manager Nindya Karya, Aryansah Pratama Putra, menargetkan penyelesaian lapangan dan lintasan lari pada pekan ini. Lapangan tersebut dibangun menggunakan material rumput Zoysia matrella dan sistem drainase berlapis sesuai standar teknis FIFA. Kementerian PU bersama kontraktor pelaksana mengerahkan sekitar 1.000 pekerja dan alat berat guna menyelesaikan pekerjaan bangunan fisik serta penataan kawasan tersebut.
Menakar Prestasi Tim Bulu Tangkis Indonesia di BWF World Tour dan Kejuaraan Asia

Selain pembangunan fisik stadion besar, pemerintah terus mendorong ketersediaan lapangan berkualitas di tingkat institusi pendidikan. Prabowo berharap agar setiap sekolah ke depannya memiliki lapangan sepak bola yang baik untuk mendukung klub-klub amatir. Hal ini sejalan dengan pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Jember yang tidak hanya berfokus pada lapangan sepak bola, tetapi juga menyediakan asrama, rusun guru, masjid, lapangan basket, dan kantin. Sementara itu, untuk fasilitas sekelas stadion internasional seperti Stadion Manahan, ruang ganti pemain telah dilengkapi dengan kolam air hangat atau jacuzzi serta lapangan pemanasan berumput sintetis guna memastikan kesiapan para atlet sebelum bertanding.






