Kursi kepemimpinan Bank Indonesia bersiap memasuki babak baru setelah mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur bank sentral pada 25 Juli lalu. Untuk mengisi kekosongan posisi strategis tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah mengusulkan nama calon pemimpin baru kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Langkah ini memicu perhatian publik, terutama setelah nama Destry Damayanti muncul sebagai kandidat tunggal yang diajukan oleh pemerintah untuk memimpin bank sentral.
Mengenai penunjukan Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Airlangga Bilang Begini saat ditemui di kantornya di Jakarta Pusat pada Senin, 10 Agustus 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pandangan positif dan mendukung penuh keputusan presiden tersebut. Menurut Airlangga, Destry merupakan sosok yang sangat berpengalaman di lingkungan internal bank sentral karena telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior selama lebih dari satu periode. Pengalaman panjang inilah yang dinilai menjadi modal kuat bagi Destry untuk menakhodai Bank Indonesia ke depan.
Pengajuan nama tunggal ini tentu didasari oleh pertimbangan yang matang mengenai stabilitas dan arah kebijakan moneter nasional. Pengunduran diri Perry Warjiyo pada akhir Juli memicu kebutuhan akan kepemimpinan baru yang dapat langsung bekerja tanpa hambatan adaptasi yang besar. Destry Damayanti, yang saat ini menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, dinilai sebagai figur paling siap untuk melanjutkan estafet kepemimpinan demi menjaga kesinambungan kebijakan moneter di tanah air.
IHSG Menguat 1,04 Persen, Investor Asing Catat Net Buy Rp1,27 Triliun

Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemilihan calon yang berasal dari lingkungan internal seperti Destry sangat penting untuk menjaga marwah bank sentral. Menurutnya, langkah menunjuk figur internal sudah sangat tepat guna memastikan Bank Indonesia tetap berjalan di jalur yang independen dari berbagai intervensi luar. Airlangga juga meyakini bahwa hanya ada satu nama yang paling cocok dan memenuhi kualifikasi untuk menjadi pemimpin bank sentral berikutnya dalam situasi saat ini.
Dampak dari keputusan ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pasar keuangan dan menjaga kredibilitas institusi. Dengan mengusung calon tunggal yang sudah sangat memahami seluk-beluk internal Bank Indonesia, pemerintah berupaya meminimalisasi ketidakpastian transisi kepemimpinan. Dukungan dari tokoh-tokoh kunci seperti Airlangga memperkuat sinyal bahwa stabilitas ekonomi tetap menjadi prioritas utama dalam proses pergantian kepemimpinan ini.
Pemerintah Pacu Pembangunan Stadion Berstandar FIFA untuk Dorong Prestasi Timnas Indonesia

Sebagai langkah selanjutnya, proses ini kini berpindah ke ranah legislatif. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa Surat Presiden yang berisi usulan calon Gubernur Bank Indonesia telah resmi diserahkan kepada pimpinan DPR. Penyerahan dokumen penting tersebut dilakukan secara langsung oleh Prasetyo di Kompleks DPR, Jakarta Pusat, pada Senin, 10 Agustus 2026. Selain mengusulkan calon gubernur, pemerintah juga menyetorkan nama untuk satu calon Deputi Gubernur Senior serta satu calon Deputi Gubernur ke DPR.
Kini, keputusan akhir berada di tangan para anggota legislatif. Airlangga Hartarto menyampaikan harapannya agar proses pencalonan tunggal Destry Damayanti ini dapat berjalan dengan mulus di parlemen. Pemerintah berharap DPR dapat segera menindaklanjuti surat presiden tersebut dan memilih Destry secara resmi untuk memimpin Bank Indonesia secara definitif, sehingga transisi kepemimpinan ini dapat selesai tanpa hambatan yang berarti bagi perekonomian nasional.






