Bagaimana kesiapan dan target kontingen Merah Putih dalam menghadapi persaingan ketat di Asia Tenggara tahun ini? Pertanyaan ini terjawab seiring dengan rampungnya berbagai tahapan persiapan atlet indonesia untuk sea games 2025 thailand. Pemerintah secara resmi telah melepas ratusan patriot olahraga yang siap berjuang mengharumkan nama bangsa di Thailand, lengkap dengan suntikan motivasi finansial yang sangat signifikan dari Presiden Prabowo Subianto untuk memacu semangat juang mereka di arena pertandingan.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga di SEA Games 2025. Acara pelepasan tersebut berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 5 Desember 2025. Dalam ajang multicabang bergengsi di Asia Tenggara ini, Indonesia mengirimkan kekuatan penuh sebanyak 996 atlet yang akan bertanding di berbagai cabang olahraga. Kehadiran ratusan atlet terbaik ini diharapkan mampu memenuhi ekspektasi publik tanah air.
Terkait target prestasi, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebutkan bahwa Indonesia membidik raihan 80 medali emas pada SEA Games 2025. Guna mendorong pencapaian target tersebut, Presiden Prabowo mengumumkan kebijakan apresiasi yang menggiurkan. Pemerintah akan memberikan bonus senilai Rp 1 miliar kepada setiap atlet yang berhasil meraih medali emas. Presiden secara khusus meminta Erick Thohir untuk menaikkan nilai bonus tersebut menjadi Rp 1 miliar dari nominal sebelumnya yang direncanakan sebesar Rp 500 juta. Langkah ini diharapkan menjadi suplemen motivasi bagi para atlet yang berlaga.
Pemerintah Pacu Pembangunan Stadion Berstandar FIFA untuk Dorong Prestasi Timnas Indonesia

Di sisi lain, kesiapan atlet nasional tidak hanya terfokus pada gelaran di Thailand. Sejumlah pengurus cabang olahraga juga terus mematangkan program pembinaan atlet untuk ajang olahraga internasional berikutnya, seperti Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober. Salah satunya adalah tim nasional dayung nomor rowing Indonesia yang menyiapkan 17 atlet, terdiri dari 12 atlet putra dan 5 atlet putri di bawah asuhan pelatih Muhammad Hadris.
Dalam mempersiapkan diri, tim rowing Indonesia menghadapi keterbatasan uji coba internasional dan hanya mengikuti satu kejuaraan di luar negeri, yakni Piala Asia Rowing di Chungju, Korea Selatan, pada April lalu. Untuk menyiasatinya, tim pelatih mengandalkan simulasi internal di Pangalengan, Jawa Barat. Meski terbatas, performa para atlet dilaporkan telah mencapai kisaran 92 hingga 95 persen dari standar waktu medali emas yang ditetapkan. Guna memaksimalkan aklimatisasi, tim rowing juga telah mengajukan permohonan kepada Chef de Mission (CdM) Indonesia, Todotua Pasaribu, agar dapat berangkat ke Jepang lebih awal pada 14 atau 15 September.
Calon Gubernur PFII Berasal dari Internal Pemerintah, Lokasi Kantor Masih Dibahas

Selain dayung, federasi lain seperti PP Pesti juga telah mempersiapkan 7 atlet melalui pemusatan latihan nasional intensif sejak Maret 2026 dengan target membawa pulang dua medali perak. PB Perpani turut menyiapkan 10 atlet andalannya dengan target medali perak, sementara PP FTI menyiapkan 6 atlet triathlon yang terdiri dari 3 putra dan 3 putri. Tim nasional karate Indonesia juga tidak ketinggalan dengan mengumumkan 6 atlet terpilih, masing-masing 3 putra dan 3 putri. Seluruh rangkaian persiapan lintas cabang olahraga ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam membina prestasi atlet Indonesia dari tingkat regional hingga ke level Asia.






