Kepolisian saat ini tengah melakukan serangkaian proses penyelidikan untuk menangani kasus kematian misterius seorang pria bernama Sutrimo di Jakarta Selatan. Sutrimo, yang diketahui merupakan mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari eks Jampidsus Febrie Adriansyah, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa. Jasad korban ditemukan di depan sebuah klinik kecantikan bernama Mordent yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan. Penemuan ini memicu tanda tanya besar bagi pihak keluarga yang mencurigai adanya kejanggalan dalam kematian tersebut.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Sutrimo sempat pulang ke kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah. Menurut penjelasan dari Aan Rohaeni selaku kuasa hukum yang mewakili keluarga Sutrimo, korban memutuskan untuk pulang ke Banyumas tepat satu hari setelah tim gabungan kepolisian melakukan penggeledahan di kediaman Febrie Adriansyah pada tanggal 8 Juli. Selama berada di kampung halamannya tersebut, Sutrimo sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya, di mana kakinya mengalami pembengkakan akibat riwayat penyakit diabetes yang dideritanya. Keluhan ini disampaikan oleh korban sebelum ia akhirnya kembali ke Jakarta.
Sutrimo kemudian diminta untuk kembali ke Jakarta sebelum tanggal 19 Juli 2026. Aan Rohaeni mengungkapkan bahwa Febrie diduga menelepon langsung Sutrimo untuk memintanya segera kembali ke ibu kota. Dalam percakapan telepon tersebut, disampaikan bahwa tiket perjalanan untuk Sutrimo sudah dipersiapkan, uang pun telah ditransfer, dan korban akan ditemani oleh dua orang dari Stasiun Purwokerto. Kedua orang yang bertugas mendampingi perjalanan Sutrimo tersebut dikabarkan berasal dari daerah Cilacap.
Polisi Selidiki Dugaan Penistaan Agama Terkait Tantangan Hafalan Al-Qur'an demi Miras di The Sounds Project

Kejanggalan lain mulai muncul ketika pihak keluarga memeriksa riwayat komunikasi mereka dengan Sutrimo. Sebagian dari riwayat percakapan WhatsApp di ponsel milik keluarga diketahui telah hilang secara misterius. Padahal, berdasarkan sisa catatan percakapan WhatsApp yang ada pada periode tanggal 19 hingga 23 Juli 2026, Sutrimo terlihat masih beraktivitas seperti biasa. Dalam periode tersebut, ia bahkan sempat mengirimkan foto kepada keluarganya yang memperlihatkan dirinya tengah berjaga di sekitar area rumah Febrie Adriansyah. Saat ini, pihak kepolisian dilaporkan tengah berupaya memulihkan data-data dari ponsel milik Sutrimo tersebut.
Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah mereka menerima jenazah korban. Pada awalnya, pihak keluarga menerima jasad Sutrimo dalam kondisi yang sudah bersih dan terbungkus rapi dengan kain kafan, sehingga tidak menemukan hal mencurigakan pada pandangan pertama. Namun, seiring berjalannya waktu, pihak keluarga mulai mempertanyakan sejumlah anomali. Beberapa hal yang dipertanyakan antara lain adalah keanehan pada dokumen dari rumah sakit, kondisi fisik jenazah korban, serta barang-barang pribadi milik Sutrimo yang hingga kini belum dikembalikan kepada pihak keluarga.
Disbudpar Jatim Resmi Copot Duta Wisata Diduga Paksa Aborsi Pacar

Merasa ada yang tidak wajar dengan kematian korban, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian di Banyumas. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Polda Metro Jaya untuk penanganan lebih lanjut. Sebagai bagian dari proses penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian mantan Karumga tersebut, pihak kepolisian dijadwalkan akan melakukan tindakan ekshumasi atau pembongkaran makam Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah. Proses ekshumasi ini direncanakan akan dilaksanakan pada hari Rabu (12/8).






