Kondisi perkembangan pasar modal di Indonesia saat ini terus menunjukkan kinerja yang tangguh di tengah berbagai perkembangan situasi ekonomi. Pertanyaan mengenai kekuatan dan ketangguhan pasar keuangan domestik ini kerap kali muncul dari kalangan masyarakat maupun para calon investor yang ingin menanamkan modal mereka di dalam negeri. Jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut kini mulai terlihat secara jelas seiring dengan adanya momentum penting, yaitu peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. Peringatan ini menjadi momen berharga untuk melihat kembali pencapaian dan data performa riil dari industri keuangan tanah air.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, membagikan sejumlah indikator penting yang membuktikan ketangguhan serta kekuatan pasar saham domestik saat ini. Dalam penyampaian sambutannya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada hari Senin, 10 Agustus 2026, perempuan yang akrab disapa dengan nama panggilan Kiki tersebut menegaskan bahwa infrastruktur yang dimiliki oleh pasar modal Indonesia sama sekali tidak kalah jika dibandingkan dengan infrastruktur pasar modal di negara-negara lain. Bahkan, Kiki menyebutkan bahwa untuk beberapa aspek tertentu, sistem pasar modal yang ada di Indonesia jauh lebih advance atau lebih maju.
Salah satu bukti nyata dari kemajuan sistem infrastruktur tersebut adalah penerapan Single Investor Identification atau yang biasa disingkat dengan SID. Sistem identitas tunggal untuk setiap investor ini menjadi penanda penting bahwa tata kelola administrasi pasar modal di Indonesia telah berkembang dengan sangat baik. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah akun Single Investor Identification (SID) saat ini telah berhasil mencapai angka yang sangat signifikan, yakni lebih dari 30,27 juta investor. Pertumbuhan basis investor ini juga tergolong luar biasa cepat, di mana dalam waktu kurang dari delapan bulan pada tahun 2026 saja, jumlah SID baru tercatat telah mengalami pertumbuhan hingga hampir 50 persen.
IHSG Diproyeksikan Menguat pada Perdagangan Awal Pekan

Selain pertumbuhan jumlah investor yang pesat melalui kepemilikan akun SID, kapasitas pasar modal Indonesia dalam melakukan penghimpunan dana juga menunjukkan hasil yang sangat solid. Nilai total penghimpunan dana yang berhasil diperoleh melalui pasar modal Indonesia dilaporkan telah melampaui angka Rp123 triliun. Jumlah dana yang sangat besar tersebut berhasil dihimpun melalui pelaksanaan 135 penawaran umum. Pencapaian ini menjadi cerminan dari tingginya kepercayaan para pelaku usaha di tanah air untuk memanfaatkan mekanisme pasar modal sebagai sarana mendapatkan pendanaan demi mendukung ekspansi bisnis mereka.
Kepercayaan sektor korporasi untuk memanfaatkan pasar modal di Indonesia juga tercermin secara jelas dari jumlah emiten atau perusahaan yang memilih untuk melantai di bursa saham. Hingga saat ini, jumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencapai lebih dari 962 perusahaan. Dengan semakin bertambahnya emiten yang terdaftar di BEI, para investor yang tergabung dalam jutaan akun SID kini memiliki pilihan instrumen investasi yang semakin beragam untuk mengelola dana mereka secara produktif.
Rencana Pembatasan Konsumsi Pertalite, Penjelasan Pemerintah Terkait Jadwal dan Sasaran

Pencapaian ketangguhan pada usia reaktivasi ke-49 tahun ini diraih di tengah dinamika global yang melibatkan berbagai kawasan seperti Timur Tengah dan wilayah lainnya. Untuk menghadapi berbagai perkembangan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Self-Regulatory Organization (SRO) terus berupaya menjaga integritas industri. Langkah ini dinilai sangat penting untuk mempertahankan kepercayaan investor yang selama ini menjadi fondasi utama pertumbuhan pasar modal di Indonesia.






