Kementerian Sosial tengah menyiapkan jalur pengembangan keterampilan kerja bagi para siswa Sekolah Rakyat sebagai salah satu opsi pembinaan setelah mereka menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah menengah atas.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan keberlanjutan jenjang pendidikan formal tetap menjadi prioritas utama. Mengacu pada arahan Presiden, setiap murid Sekolah Rakyat yang lulus dari sekolah dasar (SD) diwajibkan untuk meneruskan studi ke bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Setelah menuntaskan jenjang SMP, siswa berprestasi didorong mendaftar ke Sekolah Garuda atau meneruskan studi ke jenjang SMA Sekolah Rakyat. Tahap berikutnya ditentukan setelah kelulusan SMA; siswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi dan memenuhi kriteria akan difasilitasi berkuliah dengan dukungan beasiswa, sedangkan mereka yang ingin langsung memasuki dunia kerja akan diarahkan ke program pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan minat serta potensi masing-masing.
Bareskrim Lepas Police Line dan CCTV di B Fashion 'Sarang' Narkoba

Guna merancang serta mematangkan kurikulum kejuruan tersebut, Kemensos menggandeng mantan Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungky Sumadi.
Skema ini dipaparkan Gus Ipul saat menghadiri agenda makan malam bersama 409 siswa Sekolah Rakyat DKI Jakarta di Margaguna, Jakarta Selatan, Minggu (6/9). Para peserta yang hadir terdiri atas 30 siswa SD, 82 siswa kelas 7 SMP, 72 siswa kelas 8 SMP, 77 siswa kelas 10 SMA, dan 148 siswa kelas 11 SMA.
WamenPPPA Minta Pemerkosa Pengungsi Anak Korban Gempa NTT Dihukum Berat

Keberadaan Sekolah Rakyat menyasar anak-anak yang sempat terputus dari akses pendidikan formal. Salah seorang siswa, Linggar Ardiansyah (17), menceritakan dirinya sempat berhenti bersekolah selama dua tahun dan bekerja serabutan sebagai penyapu jalan, penjaga toilet, hingga kernet angkot sebelum akhirnya kembali mengenyam bangku sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul turut mengingatkan seluruh siswa agar selalu menghormati dan menyayangi orang tua tanpa memandang kondisi ekonomi keluarga. Suasana temu muka itu juga diisi oleh penampilan grup musik siswa yang membawakan sejumlah tembang, di antaranya "Aku Milikmu", "Saat Kau Telah Mengerti", "Gema Adzan", dan "Laskar Pelangi".






