Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Kementerian Perhubungan Evaluasi Operator KMP Mutiara Sentosa II Pascakebakaran di Sumenep

Wahyu SuryaniDiterbitkan 3 Agu 2026 - 09.02 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kementerian Perhubungan Evaluasi Operator KMP Mutiara Sentosa II Pascakebakaran di Sumenep
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap operator kapal motor penyeberangan KMP Mutiara Sentosa II. Langkah peninjauan ini diambil sebagai respons langsung atas insiden kebakaran yang menimpa kapal tersebut saat sedang melintas di wilayah perairan utara Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
, dalam keterangannya di Surabaya pada Senin, 3 Agustus 2026, menegaskan bahwa pihak kementerian akan segera mengevaluasi kinerja dari operator kapal yang bersangkutan. Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang pada layanan transportasi laut nasional.

Pelaksanaan evaluasi terhadap operator KMP Mutiara Sentosa II tersebut akan dilakukan secara bertahap dan baru akan dimulai setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merampungkan seluruh proses investigasi mereka. KNKT saat ini tengah menyelidiki penyebab pasti dari peristiwa kebakaran yang melanda kapal penumpang tersebut di perairan utara Sumenep. Kementerian Perhubungan memandang hasil investigasi resmi dari KNKT sangat krusial sebagai landasan objektif dan pembelajaran penting sebelum memberikan penilaian akhir terhadap kinerja pihak perusahaan operator kapal.

Keputusan kementerian untuk mengevaluasi operator ini secara khusus didasari oleh rekam jejak insiden yang melibatkan armada tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima oleh pihak pemerintah, KMP Mutiara Sentosa II diketahui telah mengalami insiden kebakaran sebanyak dua kali. Fakta bahwa kapal yang sama dilaporkan mengalami kebakaran secara berulang memicu urgensi untuk meninjau ulang bagaimana standar keselamatan diterapkan oleh pihak pengelola. Oleh sebab itu, evaluasi kinerja ini difokuskan untuk menilai operasional perusahaan dalam menjamin keselamatan pelayaran.

Baca Juga

Pembangunan Pedesaan di Guangdong, Mengubah Lahan Kuno Menjadi Resor Mewah

Pembangunan Pedesaan di Guangdong, Mengubah Lahan Kuno Menjadi Resor Mewah

Di samping menunggu hasil penyelidikan KNKT mengenai penyebab kebakaran, Kementerian Perhubungan saat ini juga masih memprioritaskan penanganan pascainsiden bagi para korban. Fokus utama kementerian dalam tahap ini adalah mencocokkan data manifes penumpang dengan jumlah riil korban yang berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat gabungan. Proses pencocokan data tersebut masih terus berlangsung karena di lapangan diketahui masih terdapat beberapa kapal penyelamat yang belum tiba dan bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Dalam proses pencocokan manifes yang tengah berjalan, pihak berwenang menemukan adanya perbedaan antara data manifes tertulis dengan kondisi riil penumpang yang berhasil dievakuasi. Ketidaksesuaian jumlah dan identitas tersebut, menurut temuan kementerian, salah satunya disebabkan oleh adanya sejumlah penumpang yang memutuskan untuk membatalkan perjalanan mereka secara mendadak. Para penumpang yang batal berangkat tersebut tidak memperbarui data pada manifes keberangkatan, sehingga menyulitkan proses pendataan awal pascakebakaran.

Baca Juga

Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Lima Tewas dan Puluhan Hilang

Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Lima Tewas dan Puluhan Hilang

Ketidakakuratan data manifes ini semakin menjadi sorotan ketika petugas di lapangan menemukan adanya lima orang anak yang turut serta dalam pelayaran namun nama mereka tidak tercatat sama sekali dalam daftar penumpang resmi KMP Mutiara Sentosa II. Temuan mengenai lima anak yang tidak terdaftar ini langsung dijadikan bahan catatan penting bagi penyelenggara pelayaran dan akan dimasukkan ke dalam materi evaluasi kementerian terhadap pihak operator.

Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa pencatatan data setiap penumpang secara akurat merupakan aspek fundamental yang harus dipenuhi dalam setiap operasional pelayaran. Pendataan yang tertib dan sesuai kondisi nyata sangat penting untuk menjamin seluruh hak korban apabila terjadi kecelakaan di tengah laut. Selain menyangkut hak korban, manifes yang akurat juga menjadi dasar utama bagi penyediaan fasilitas keselamatan yang memadai di atas kapal, termasuk dalam memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan spesifik seperti jaket pelampung yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian PerhubunganSumenepKMP Mutiara Sentosa IIKNKTDudy Purwagandhi

Berita Terbaru Lainnya

Pembangunan Pedesaan di Guangdong, Mengubah Lahan Kuno Menjadi Resor MewahProyeksi Inflasi Juli 2026 Melambat, BPS Segera Rilis Data ResmiHarga Emas Antam Naik Menjadi Rp2.610.000 per Gram, Berikut Rincian Aturan PajaknyaKebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Lima Tewas dan Puluhan HilangRatusan Penumpang KM Mutiara Sentosa II Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Usai KebakaranPemerintah Usut Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan MaduraTransmart Full Day Sale 2 Agustus Tawarkan Diskon Sepeda hingga 60 PersenRupiah Menguat ke Rp17.985 per Dolar AS pada Perdagangan Senin Pagi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Peran Penting Desain Sampul Proposal HUT RI dalam Menarik Sponsor

Sosial

Peran Penting Desain Sampul Proposal HUT RI dalam Menarik Sponsor

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap