Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Kementerian Pertanian Siapkan 56 Ribu Pompa Air untuk Mitigasi Kekeringan 2026

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 28 Jul 2026 - 03.26 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kementerian Pertanian Siapkan 56 Ribu Pompa Air untuk Mitigasi Kekeringan 2026
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Kementerian Pertanian merancang strategi mitigasi kekeringan nasional dengan menyiapkan 56 ribu unit pompa air pada Tahun Anggaran 2026. Langkah ini diambil pemerintah guna menjaga tingkat produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau serta dampak perubahan iklim. Ketersediaan air dinilai sebagai faktor krusial yang menentukan keberhasilan sektor pertanian, sehingga program ini menjadi fokus utama dalam mempertahankan swasembada pangan

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi
.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Minggu, menegaskan bahwa ketersediaan sarana pengairan melalui program pompanisasi merupakan solusi paling cepat untuk mengantisipasi dampak buruk kekeringan. Ia menyatakan bahwa strategi ini dirancang untuk memastikan setiap lahan sawah tetap mendapatkan pasokan air yang memadai. Amran juga menekankan bahwa mustahil bagi Indonesia untuk bisa lolos dari ancaman krisis pangan tanpa adanya solusi cepat tersebut. Pengalaman sektor pertanian dalam menghadapi fenomena El Nino pada beberapa tahun terakhir telah membuktikan bahwa ketersediaan air adalah penentu utama keberhasilan produksi pangan.

Dalam implementasinya, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menjelaskan bahwa pihaknya terus mempercepat proses distribusi pompa air menuju daerah-daerah yang dilanda kekeringan. Penyaluran ini memprioritaskan sentra-sentra produksi padi yang masih memiliki akses terhadap sumber air permukaan. Sumber air yang dapat dimanfaatkan tersebut meliputi aliran sungai, embung, waduk, hingga jaringan saluran irigasi yang ada di sekitar lahan pertanian.

Dari total target 56 ribu unit pompa air yang dialokasikan, sebanyak 11 ribu unit telah berhasil didistribusikan langsung kepada para penerima manfaat di berbagai daerah. Sementara itu, sekitar 20 ribu unit pompa air lainnya saat ini masih berada dalam proses penyaluran. Proses pendistribusian puluhan ribu unit tersebut dilakukan berdasarkan usulan yang diajukan oleh masing-masing pemerintah daerah. Pompa-pompa ini ditargetkan untuk segera dipasang agar mampu mengairi lahan sawah yang terdampak, sehingga petani tetap bisa melakukan masa tanam dan mempertahankan produktivitas selama musim kemarau.

Baca Juga

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

Keberhasilan program pompanisasi ini juga sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah. Oleh karena itu, Andi mendorong pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota untuk terus mengidentifikasi sumber-sumber air potensial yang dapat dimanfaatkan. Melalui identifikasi yang tepat, diharapkan semakin banyak lahan sawah yang dapat diselamatkan dan tetap produktif meskipun musim kemarau sedang berlangsung.

Selain fokus pada penyediaan pompa air, Kementerian Pertanian turut memadukan program ini dengan upaya modernisasi pertanian. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyaluran berbagai alat dan mesin pertanian untuk membantu petani beradaptasi terhadap perubahan iklim sekaligus meningkatkan produktivitas. Bantuan mekanisasi yang digelontorkan pemerintah mencakup traktor roda dua, traktor roda empat, mesin penanam padi atau rice transplanter, hingga mesin pemanen kombinasi atau combine harvester. Keberadaan fasilitas ini ditujukan untuk mempercepat masa tanam, menekan angka kehilangan hasil panen, serta meningkatkan efisiensi usaha tani.

Bagi petani yang membutuhkan dukungan pompa air maupun alat pertanian lainnya, pemerintah telah menetapkan mekanisme pengajuan yang terstruktur. Usulan kebutuhan dapat disampaikan melalui Petugas Penyuluh Lapangan atau langsung kepada Dinas Pertanian di tingkat kabupaten dan kota sesuai prosedur yang berlaku. Seluruh usulan yang masuk akan diverifikasi secara ketat dan diprioritaskan berdasarkan tingkat urgensi kebutuhan serta kondisi nyata di wilayah terdampak.

Baca Juga

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Adapun pihak yang berhak menerima bantuan pemerintah ini meliputi Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, Usaha Pelayanan Jasa Alsintan, serta berbagai kelembagaan ekonomi petani lainnya. Syarat utamanya adalah lembaga tersebut harus sudah terdaftar secara resmi di dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian atau e-Banper.

Lebih lanjut, bantuan alat dan mesin pertanian juga dapat disalurkan kepada Brigade Pangan yang memenuhi persyaratan, termasuk pemerintah daerah yang bertugas mengelola brigade tersebut. Kebijakan ini diterapkan agar proses mobilisasi peralatan antarwilayah yang membutuhkan dapat berjalan lebih cepat dan fleksibel. Andi berharap bantuan yang diberikan tidak hanya dirasakan oleh penerima langsung, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi petani di sekitarnya. Dengan pengelolaan sarana yang baik, ketahanan pangan nasional diharapkan makin kuat dan percepatan swasembada pangan yang berkelanjutan dapat terwujud.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kementerian PertaniankekeringanSwasembada PanganPompa AirAlsintan

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap