Pada Senin, sebuah langkah maju bagi ekosistem digital dan industri kreatif lokal resmi dimulai di Makassar, Sulawesi Selatan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara terbuka menyatakan kesiapan penuh mereka untuk menjalin kolaborasi strategis dengan para pengelola serta komunitas yang bernaung di bawah Makassar Creative Hub (MCH). Fokus utama dari sinergi ini adalah mencetak talenta muda berbakat, khususnya untuk terjun dan berkembang di sektor technopreneur. Komitmen kuat dari pihak kementerian ini disampaikan bertepatan dengan peluncuran fasilitas MCH kedua yang mengusung nama "Nabuka Nusantara".
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital dari Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Rama Krisna Prasetya, hadir secara langsung mewakili kementerian dalam peresmian fasilitas tersebut. Dalam kesempatan itu, ia memberikan penegasan bahwa pemerintah pusat melalui Kemkomdigi siap memberikan dukungan secara menyeluruh dari sisi pengembangan technopreneur. Konsep technopreneurship yang didorong dalam program ini merujuk pada sosok pengusaha yang mampu menggabungkan keahlian bisnis dengan pemanfaatan teknologi modern. Tujuan akhir dari penggabungan dua keahlian tersebut tidak lain adalah untuk menciptakan berbagai produk, layanan, hingga solusi yang bersifat inovatif bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, MCH Nabuka Nusantara tidak dirancang sekadar sebagai tempat berkumpul dan berekspresi, melainkan diarahkan secara khusus menjadi wadah pengembangan








