Pada Senin, sebuah langkah maju bagi ekosistem digital dan industri kreatif lokal resmi dimulai di Makassar, Sulawesi Selatan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara terbuka menyatakan kesiapan penuh mereka untuk menjalin kolaborasi strategis dengan para pengelola serta komunitas yang bernaung di bawah Makassar Creative Hub (MCH). Fokus utama dari sinergi ini adalah mencetak talenta muda berbakat, khususnya untuk terjun dan berkembang di sektor technopreneur. Komitmen kuat dari pihak kementerian ini disampaikan bertepatan dengan peluncuran fasilitas MCH kedua yang mengusung nama "Nabuka Nusantara".
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital dari Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Rama Krisna Prasetya, hadir secara langsung mewakili kementerian dalam peresmian fasilitas tersebut. Dalam kesempatan itu, ia memberikan penegasan bahwa pemerintah pusat melalui Kemkomdigi siap memberikan dukungan secara menyeluruh dari sisi pengembangan technopreneur. Konsep technopreneurship yang didorong dalam program ini merujuk pada sosok pengusaha yang mampu menggabungkan keahlian bisnis dengan pemanfaatan teknologi modern. Tujuan akhir dari penggabungan dua keahlian tersebut tidak lain adalah untuk menciptakan berbagai produk, layanan, hingga solusi yang bersifat inovatif bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, MCH Nabuka Nusantara tidak dirancang sekadar sebagai tempat berkumpul dan berekspresi, melainkan diarahkan secara khusus menjadi wadah pengembangan ekonomi kreatif dan technopreneurship di Kota Makassar.
Menurut pandangan Rama, keberadaan ruang kreatif semacam MCH memiliki peran krusial dalam peta pengembangan sumber daya manusia saat ini. Ia menilai bahwa generasi muda masa kini membutuhkan lebih dari sekadar lokasi fisik untuk menjalankan kegiatan sehari-hari mereka. Lebih jauh dari itu, anak muda sangat memerlukan sebuah ekosistem komprehensif yang dirancang khusus untuk mendukung serta memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri setiap individu. "Ini adalah ruang kreatif untuk anak muda di Kota Makassar, kita dorong anak muda Makassar belajar, tumbuh dan kembangkan bakat," ungkap Rama, menekankan pentingnya lingkungan yang kondusif bagi proses pembelajaran generasi penerus di daerah tersebut.
Fosil Telur Ungkap Titanosaurus Pernah Bersarang di Wilayah Bersuhu Dingin

Lebih rinci, perwakilan Kemkomdigi tersebut membedah apa saja yang sebenarnya menjadi kebutuhan mendesak bagi anak muda di era modern ini. Rama mengidentifikasi bahwa kebutuhan tersebut kini sangat beragam dan kompleks. Generasi muda tidak hanya mencari tempat beraktivitas, tetapi juga membutuhkan kehadiran mentor berpengalaman, fasilitator yang mumpuni, serta ruang berekspresi yang bebas. Selain itu, mereka memerlukan rekomendasi strategis dan akses terbuka untuk meningkatkan kemampuan diri, sehingga ide-ide mentah dapat diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi nyata. "Kebutuhan anak-anak muda ini dari segi mentor, fasilitator, ruang, ekspresi, rekomendasi, segala macam," tuturnya.
Menyadari kompleksitas kebutuhan tersebut, kehadiran MCH Nabuka Nusantara disambut dengan sangat antusias oleh pihak kementerian. Ruang publik terbaru di Makassar ini dinilai memiliki kapasitas yang memadai untuk berfungsi sebagai jembatan kolaborasi antarsektor. Sinergi yang diharapkan dapat terjalin di tempat ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah, komunitas lokal, pelaku ekonomi kreatif, hingga generasi muda itu sendiri. Melalui kolaborasi yang erat dan terstruktur, seluruh pemangku kepentingan dapat mengarahkan fokus mereka pada berbagai program pengembangan kapasitas, terutama yang berkaitan erat dengan pemanfaatan bidang teknologi.
Pasar Wiwitan SCBD Kembali Hadir di SCBD Park, Hadirkan Produk Lokal dan Ruang Berkumpul

Sebagai penutup, Rama memberikan pengingat penting agar pembangunan fasilitas MCH tidak berhenti sebatas pada pencapaian fisik atau sekadar menjadi lokasi berkegiatan semata. Ia menegaskan bahwa fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah daerah harus dimanfaatkan secara optimal oleh anak-anak muda, baik untuk mengembangkan kemampuan teknis maupun untuk membangun jejaring profesional yang lebih luas. Ia secara langsung mengajak seluruh komunitas dan generasi muda calon pengguna MCH Nabuka Nusantara untuk proaktif mengisi ruang tersebut dengan beragam kegiatan positif. Langkah ini dinilai sangat esensial karena pengembangan MCH memiliki konteks yang erat dengan upaya penguatan struktur ekonomi kreatif di daerah.






